JK: Harga Minyak Turun karena Ekonomi dan Konspirasi

Kamis, 21 Januari 2016 - 10:56 WIB
JK: Harga Minyak Turun...
JK: Harga Minyak Turun karena Ekonomi dan Konspirasi
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) mengemukakan, harga minyak dunia yang terus merosot hingga di bawah USD30 per barel bisa dikarenakan murni masalah ekonomi atau ada politik konspirasi.

Hal tersebut dikatakannya dalam "News Forum Indonesia 2016 Challenges and Opportunities"‎ bersama Wapres RI Jusuf Kalla dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) yang digelar MNC Media.

"‎Harga minyak dunia menurun, akibat permintaan menurun. Ada dua masalah, ekonomi dan politik atau konspirasi. Dua-duanya bisa," katanya di Gedung MNC News Center, Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Dia menjelaskan, harga minyak dunia yang turun ini lantaran sikap negara di Timur Tengah‎ yang ingin mematikan bisnis shale gas yang tengah dikembangkan Amerika Serikat (AS). Negara Timur Tengah seperti Arab Saudi tidak mau bisnis shale gas Paman Sam berkembang.

"Timur Tengah enggak mau itu (shale gas AS) berkembang. Akibatnya dia (Arab Saudi) bikin harganya turun," imbuh JK.

Wapres menuturkan, kendati ditengarai ada aksi konspirasi yang terjadi atas penurunan harga minyak, namun penyebabnya tetap lebih karena murni masalah ekonomi. Apalagi, belum lama ini sanksi ekonomi AS dan Eropa kepada‎ Iran telah dicabut.

"Iran damai tambah turun lagi (harga minyak dunia). Jadi lebih besar karena masalah ekonominya," tuturnya.

Menurutnya, jika penurunan ini karena konspirasi, maka yang paling menderita ke depan adalah Arab Saudi. Sebab, jika harga minyak dunia terus dibiarkan merosot maka dalam lima tahun mendatang Arab Saudi akan bangkrut. "Artinya kalau lima tahun begini, Saudi bisa bangkrut," ungkap dia.

Selain itu, penurunan harga minyak dunia ini juga karena langkah negara anggota OPEC untuk tidak memangkas produksi‎ minyaknya. Belajar dari pengalaman krisis pada 1980-an, begitu harga minyak dunia turun mereka memangkas produksi, namun justru kehilangan market share.

"‎Belajar dari situ, sekarang dia (OPEC) enggak mau turunkan produksi. Akibatnya kena, ditambah sebenarnya dengan ISIS, Irak, dimana dia jual murah minyaknya untuk perang. Ini terjadi dan tidak ada ujung pangkal. Apa ini konspirasi, urusan perang, atau apa," tandas JK.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
1 jam yang lalu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
1 jam yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
2 jam yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
2 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved