Menakar Peluang Ekonomi RI Saat Harga Komoditas Merosot

Rabu, 27 Januari 2016 - 14:33 WIB
Menakar Peluang Ekonomi...
Menakar Peluang Ekonomi RI Saat Harga Komoditas Merosot
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengaku tidak khawatir dengan gejolak yang terjadi terhadap harga komoditas di pasar global. Kendati Indonesia selama ini sering kali mengandalkan ekspor barang komoditas, namun menurutnya masih banyak sumber pertumbuhan lain yang belum dieksplorasi‎.

Dia menambahkan saat ini kondisi perekonomian di Tanah Air memang mengalami perlambatan. Namun, perlambatan tersebut tidak merata terjadi di seluruh daerah di Indonesia. (Baca Juga: Ekonomi RI Tergerus Anjloknya Harga Komoditas)

"Pulau seperti Kalimantan dan Sumatera sangat terdampak dari perlambatan ekonomi. Daerah itu sangat terbebani dengan penurunan harga komditas. Kuartal III/2015, pertumbuhan Kalimantan minus, dan di Sumatera hanya 1%," jelasnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Sementara lanjut Dia wilayah lainnya seperti Jawa dan Sulawesi justru memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yakni masing-masing 5% dan 6%. Bahkan, Nusa Tenggara dan Bali justru pertumbuhannya meroket hingga 8%.

"Karena Jawa tidak tergantung kepada komoditas. Di NTB dan Bali karena ada pariwisata dan pelayanan lainnya. Jadi kekuatan pertumbuhan pulau di Indonesia masih ada," sambungnya.

Menurutnya, kondisi perekonomian yang terjadi saat ini jangan hanya dilihat dari sisi suramnya saja. Sebab, masih ada peluang yang cukup besar di Tanah Air. Wilayah seperti Kalimantan dan Sumatera yang terpuruk karena anjloknya harga komoditas, pada dasarnya telah memiliki masa kejayaan sebelumnya saat harga komoditas melambung.

"‎Dan sekarang kita harus sadar ekonomi kita tidak bisa hanya sekedar mengandalkan batubara dan minyak sawit saja. Kita masih memiliki banyak wilayah yang bisa dieksplorasi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
2 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
2 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
2 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
3 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved