Harga Minyak Dunia Jatuh, Kerjasama Rusia-OPEC Tak Membantu
Kamis, 28 Januari 2016 - 09:54 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh, Kerjasama Rusia-OPEC Tak Membantu
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah berjangka AS (Amerika Serikat) kembali jatuh lebih dari 1% pada perdagangan Asia hari ini, Kamis (28/1/2016) sekaligus menghapus lonjakan hampi 3% dalam sesi sebelumnya. Sinyal kerjasama Rusia dan OPEC untuk mengatasi kelebihan pasokan global, sebelumnya jadi sentimen positif.
Namun hari ini gagal membuat harga minyak dunia kembali membaik yang juga dipengaruhi melemahnya dolar Amerika Serikat (USD), usai Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Meski begitu Bank Sentral AS tersebut tidak menutup peluang akan kembali menaikkan Fed Rate pada tengah tahun ini.
Minyak berjangka AS turun sebesar 33 sen menjadi USD31,97 per barel pada pukul 01.12 GMT setelah pada sesi sebelumnya sempat jatuh mencapai 85 sen ke posisi USD32,30 per barel atau 2,7%. Sementara minyak mentah jenis Brent tercatat turun 26 sen ke USD32,84 ketika berakhir naik 4,1% pada level USD33,10 per barel.
Para pejabat Rusia telah memutuskan mereka akan menggelar pertemuan dengan Arab Saudi dan OPEC untuk membicarakan pemotongan produksi, demi mencegah meluapnya pasokan global. Berdasar data The Energy Information Administration mengatakan stok minyak mentah AS naik menjadi 8,4 juta barel pekan lalu.
"Secara keseluruhan persediaan meningkat sebesar 8,38 juta barel. Ini membantu untuk mempersempit penyebaran antara Brent dan WTI semalam," jelas ANZ dalam sebuah catatan pada hari ini.
Namun hari ini gagal membuat harga minyak dunia kembali membaik yang juga dipengaruhi melemahnya dolar Amerika Serikat (USD), usai Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Meski begitu Bank Sentral AS tersebut tidak menutup peluang akan kembali menaikkan Fed Rate pada tengah tahun ini.
Minyak berjangka AS turun sebesar 33 sen menjadi USD31,97 per barel pada pukul 01.12 GMT setelah pada sesi sebelumnya sempat jatuh mencapai 85 sen ke posisi USD32,30 per barel atau 2,7%. Sementara minyak mentah jenis Brent tercatat turun 26 sen ke USD32,84 ketika berakhir naik 4,1% pada level USD33,10 per barel.
Para pejabat Rusia telah memutuskan mereka akan menggelar pertemuan dengan Arab Saudi dan OPEC untuk membicarakan pemotongan produksi, demi mencegah meluapnya pasokan global. Berdasar data The Energy Information Administration mengatakan stok minyak mentah AS naik menjadi 8,4 juta barel pekan lalu.
"Secara keseluruhan persediaan meningkat sebesar 8,38 juta barel. Ini membantu untuk mempersempit penyebaran antara Brent dan WTI semalam," jelas ANZ dalam sebuah catatan pada hari ini.
(akr)
Lihat Juga :