Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:53 WIB
loading...
Implementasi kebijakan biodiesel B50 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Implementasi kebijakan biodiesel B50 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah. Program tersebut juga diperkirakan mampu menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah tingginya volatilitas harga minyak dunia akibat ketidakpastian geopolitik.
"Penggunaan kelapa sawit sebagai bahan baku solar tentunya akan menggerakkan perekonomian kita. Itu jelas positif bagi APBN. Banyak sektor dalam waktu serentak juga akan ikut bergerak, mulai dari sektor kelapa sawit, distribusi, hingga industri pengolahannya," ujar pakar ekonomi sekaligus dosen Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Noval Adib, dalam pernyataannya dikutip pada Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Menurut Noval, pemanfaatan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan baku biodiesel akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan nilai tambah industri sawit, kebijakan tersebut juga berpotensi mendorong aktivitas sektor logistik, manufaktur, dan industri pendukung lainnya.
Ia menilai kebijakan B50 semakin relevan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik geopolitik, termasuk di kawasan Timur Tengah. Dalam kondisi tersebut, ketergantungan terhadap impor minyak dinilai berisiko meningkatkan beban subsidi energi dan tekanan terhadap APBN.
"Penggunaan kelapa sawit sebagai bahan baku solar tentunya akan menggerakkan perekonomian kita. Itu jelas positif bagi APBN. Banyak sektor dalam waktu serentak juga akan ikut bergerak, mulai dari sektor kelapa sawit, distribusi, hingga industri pengolahannya," ujar pakar ekonomi sekaligus dosen Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Noval Adib, dalam pernyataannya dikutip pada Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Menurut Noval, pemanfaatan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan baku biodiesel akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan nilai tambah industri sawit, kebijakan tersebut juga berpotensi mendorong aktivitas sektor logistik, manufaktur, dan industri pendukung lainnya.
Ia menilai kebijakan B50 semakin relevan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik geopolitik, termasuk di kawasan Timur Tengah. Dalam kondisi tersebut, ketergantungan terhadap impor minyak dinilai berisiko meningkatkan beban subsidi energi dan tekanan terhadap APBN.
Lihat Juga :