Elpiji 3 Kg Masih Belum Menyentuh Indonesia Timur

Jum'at, 29 Januari 2016 - 14:13 WIB
Elpiji 3 Kg Masih Belum...
Elpiji 3 Kg Masih Belum Menyentuh Indonesia Timur
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) IGN Wiratmadja mengakui wilayah Indonesia bagian timur, belum terjamah elpiji 3 kg. Masyarakat masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar dan kebutuhan energi.

"Kita melihat wilayah barat Indonesia, kita sudah konversikan dari minyak tanah ke elpiji. Sebagian wilayah yang belum di timur, NTB sebagian, NTT, Maluku, Maluku Utara kemudian Papua ini belum," jelasnya di Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Hal tersebut menjadi tugas pemerintah untuk mengganti minyak tanah di sana menjadi gas elpiji. Minyak tanah yang dipakai masyarakat di wilayah tersebut, tidak seharusnya menjadi bahan bakar yang digunakan untuk memasak dan bakar-bakaran. Lantaran kandungannya yang berkualitas tinggi.

"‎Kita lihat dulu tujuannya adalah menggantikan minyak tanah yang high quality biar lebih cocok untuk minyak pesawat terbang tapi di sana digunakan untuk masak, bakar sampah itu sayang sekali. Dari 57 juta tabung ini, kita sudah bagikan ke rumah tangga dan usaha mikro ke daerah yang sudah terkonversi, itu di bagian Barat dan tengah Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan elpiji memang naik terus. Hal ini dikarenakan juga dari pertumbuhan jumlah rumah tangga yang naik setiap tahunnya.

"Di samping perekonomian nambah, jumlah rumah tangga nambah, yang menikah dan punya anak juga nambah terus. Sehingga kita kasih elpiji ini meningkat terus.‎ Ini akan jadi tugas kita. Tapi kita akan fokus juga ke wilayah timur yang belum terkonversi," pungkas Wirat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
18 menit yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
51 menit yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
1 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
1 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
2 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved