Selusin Komoditas Ini Penyumbang Inflasi Januari 2016

Senin, 01 Februari 2016 - 15:39 WIB
Selusin Komoditas Ini...
Selusin Komoditas Ini Penyumbang Inflasi Januari 2016
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 12 komoditi yang menjadi penyebab inflasi Januari 2016 di angka 0,5%. Tidak adanya kenaikan komoditi yang mendominasi, membuat inflasi di awal tahun ini cukup rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski tidak memberikan andil besar, namun mayoritas komiditi tersebut mengalami kenaikan.

(Baca Juga: BPS Catat Inflasi Januari 2016 Hanya 0,51%)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menerangkan daging ayam ras mengalami kenaikan hingga 7,32% dengan andil 0,09%. "Ini karena kurangnya pasokan di setiap daerah. Terjadi kenaikan di 62 kota Indeks harga Konsumen (IHK) dengan yang tertinggi di Tarakan 25% dan Pangkal Pinang 24%," jelasnya di Jakarta, Senin (1/2/2016).

Komoditi kedua yang mengalami kenaikan 16,31% dan andil 0,09% yakni bawah merah. Dengan rincian 80 kota IHK mengalami kenaikan yang tertinggi 63% dan di Kupang serta Palopo masing-masing 52%. Selanjutnya tarif daftar listrik juga menyumbang dengan kenaikan 2,67% dengan andil 0,09%.

Hal ini dijelaskan karena adanya kenaikan harga pada tarif daftar listrik. Terjadi kenaikan di 77 kota IHK dan paling besar terjadi di Tanjung Pinang 7% dan Bungo serta Jambi masing-masing 6%.

"Keempat telur ayam ras, terjadi kenaikan sebesar 7,58% dengan andil 0,06%. Ini karena kurangnya pasokan. Terjadi kenaikan di 80 kota IHK, tertinggi di Bau-Bau 22% dan di Bulukumba 19%," sambungnya

Kelima,‎ bawang putih mengalami kenaikan 14,51% dan memberikan andil 0,04%. Ini juga terjadi karena kurangnya pasokan. Terjadi kenaikan di 81 kota IHK, tertinggi di Dumai 38% dan Gorontalo 29%. Keenam yakni beras dengan kenaikan 0,77% dengan andil 0,03%.

Hal ini terjadi karena musim tanam yang bergeser dan membuat pemerintah waspada. Terjadi kenaikan di 59 kota IHK, tertinggi di Pare-Pare 7% dan Gorontalo 5%. "Ketujuh yakni ikan segar dengan kenaikan 0,99% dan andil 0,03%. Ini ikan sebetulnya bisa menggantikan daging karena pasokan juga menurun ditambah cuaca buruk," katanya.

Kedelapan, kentang dengan perubahan harganya 18,56% dan andilnya 0,03%. Terjadi kenaikan di 75 kota IHK dan yang tertinggi di Palu 58% dan Bulukumba 52%. Kesembilan, Cabai merah dengan kenaikan harganya 7,86%, dengan andil 0,03% di 42 kota IHK, tertinggi di Kupang hingga 95% dan di Warambone 86%.

Kesepuluh, tomat sayur dengan kenaikan harga 12,31% dan memberikan andil 0,02%. Terjadi kenaikan di 58 kota IHK, tertinggi di Makassar hingga 112% dan Sampit 71%. Kesebelas, rokok kretek filter, dengan kenaikannya mencapai 1,03% dan memberikan andil 0,02%.

Ini terjadi karena dampak dari kenaikan cukai rokok di 2016. Terjadi kenaikan di 62 kota IHK dan tertinggi di Purwokerto dan Malang masing-masing 6%. "Terakhir, daging sapi, sebesar 2,04%, dengan andil 0,01%. Terjadi kenaikan di 58 kota IHK, tertinggi di Lubuk Linggau 11% dan Palopo 8%," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
12 menit yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
36 menit yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
51 menit yang lalu
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
1 jam yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
1 jam yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved