IHSG Loyo, Rupiah Siang Ini Makin Parah
Rabu, 03 Februari 2016 - 12:19 WIB
IHSG Loyo, Rupiah Siang Ini Makin Parah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang hari ini semakin terjerembab setelah pada pagi tadi dibuka menguat. Pelemahan siang hari ini seiring memerahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini di level Rp13.820/USD dengan kisaran harian Rp13.710-Rp13.820/USD. Posisi tersebut semakin melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.720/USD.
Hal serupa juga terjadi berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berakhir di level Rp13.806/USD. Posisi itu terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di level Rp13.690/USD.
Berdasarkan Sindonews bersumber dari Limas, ketika rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.825/USD. Posisi itu masih positif dari pekan kemrin yang berada di level Rp13.715/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.757/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.621/USD.
Sementara IHSG sesi I berakhir masih betah di zona merah. IHSG turun 21,10 poin atau 0,46% ke posisi 4.566,33. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berada di zona merah, turun 37,66 poin atau 0,82% ke 4.549,77. Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup memerah. IHSG turun 37,20 poin atau 0,80% ke level 4.587,44.
Sektor saham di perdagangan dalam negeri siang mayoritas melemah. Sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri industri dan properti masing-masing melemah 0,71%. Sementara yang menguat adalah sektor pertambangan, turun 0,12%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,24 triliun dengan 1,48 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp153,79 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,15 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1 triliun. Tercatat 78 saham menguat, 150 saham melemah dan 94 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT First Media Tbk (KBLV), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan T Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK).
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini di level Rp13.820/USD dengan kisaran harian Rp13.710-Rp13.820/USD. Posisi tersebut semakin melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.720/USD.
Hal serupa juga terjadi berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini berakhir di level Rp13.806/USD. Posisi itu terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di level Rp13.690/USD.
Berdasarkan Sindonews bersumber dari Limas, ketika rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.825/USD. Posisi itu masih positif dari pekan kemrin yang berada di level Rp13.715/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.757/USD. Posisi ini lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.621/USD.
Sementara IHSG sesi I berakhir masih betah di zona merah. IHSG turun 21,10 poin atau 0,46% ke posisi 4.566,33. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berada di zona merah, turun 37,66 poin atau 0,82% ke 4.549,77. Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup memerah. IHSG turun 37,20 poin atau 0,80% ke level 4.587,44.
Sektor saham di perdagangan dalam negeri siang mayoritas melemah. Sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri industri dan properti masing-masing melemah 0,71%. Sementara yang menguat adalah sektor pertambangan, turun 0,12%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,24 triliun dengan 1,48 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp153,79 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,15 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1 triliun. Tercatat 78 saham menguat, 150 saham melemah dan 94 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT First Media Tbk (KBLV), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan T Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK).
(izz)