Gelombang PHK Mengintai Industri Perbankan Nasional

Selasa, 09 Februari 2016 - 08:58 WIB
Gelombang PHK Mengintai...
Gelombang PHK Mengintai Industri Perbankan Nasional
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai anjloknya harga minyak dunia ditengarai akan membuat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tanah Air masih akan terus berlangsung. Pasalnya harga minyak yang terus merosot hingga sempat menembus level di bawah USD30 per barel berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi global, termasuk negara berkembang seperti Indonesia.

(Baca Juga: Kemenaker Kekeuh Belum Ada Gelombang PHK Karyawan di RI)

Jika sebelumnya dua perusahaan elektronik raksasa asal Jepang yang telah cukup lama beroperasi di Indonesia yakni Panasonic dan Toshiba menutup pabriknya dan memangkas karyawannya, akibat omzet penjualan yang semakin menurun. Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menuturkan PHK kini mengintai industri perbankan nasional.

"Berbagai isu menyebar melalui medsos (media sosial) akan terjadinya PHK massal akibat daya beli masyarakat global yang semakin menurun. Bahkan ada beberapa bank nasional yang berencana akan melakukan gelombang PHK secara besar besaran," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (9/2/2016).

(Baca Juga: Asosiasi Pengusaha Ungkap Penyebab Utama PHK)

Dia menambahkan ‎penurunan harga minyak dunia ini berdampak pada daya beli global yang kian menurun dan mengakibatkan banyaknya produk yang tidak terjual serta mengancam kelangsungan berbagai sektor industri.

"Setidaknya ada lima sektor industri yang terancam sebagai dampak semakin merosotnya harga minyak dunia antara lain industri padat karya, otomotif dan turunannya, elektronik dan turunanya serta migas," sambungnya.

Lanjut dia pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan instansi terkait lainnya jangan menganggap isu PHK masal hanya sekadar isu yang tidak berdasar. Kemenaker harus kerja pro aktif melakukan pengawasan dan kunjungan ke berbagai industri yang terancam kelangsungan usahanya.

"‎Di kala kondisi ekonomi global dan nasional yang belum kondusif, isu ini harus disikapi serius," tuturnya.

Dengan adanya pengawasan tersebut, sambung dia, diharapkan pemerintah akan mampu mencegah terjadinya gelombang PHK dengan melakukan mediasi dan mencari solusi terbaik. Misalnya dengan mengurangi jam kerja, sistem shift, atau merumahkan untuk sementara waktu sambil menunggu kondisi ekonomi kembali normal.

"Di sini sangat penting peran pemerintah untuk dapat melakukan perundingan dengan serikat pekerja untuk saling memahami akan kondisi yang dihadapi pengusaha dan mencari solusi yang terbaik. Jangan sampai saat terjadi PHK, baru pemerintah mengetahui dan turun kelapangan. Lebih baik mencegah dari pada terjadi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Teknologi Ini Diklaim...
Teknologi Ini Diklaim Mampu Cegah PHK Massal di Industri Startup
Ngamuk Rekannya Kena...
Ngamuk Rekannya Kena PHK, Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja
Samsung Gelar PHK Massal,...
Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
36 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
57 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
3 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved