BI Akui Inflasi Daerah Relatif Tinggi

Selasa, 09 Februari 2016 - 20:26 WIB
BI Akui Inflasi Daerah...
BI Akui Inflasi Daerah Relatif Tinggi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui inflasi di berbagai daerah terutama wilayah Indonesia timur relatif tinggi. Pasalnya, semakin jauh distribusi maka semakin tinggi perbedaan harga antar wilayah.

"Faktor logistik ini sangat penting pengaruhi inflasi. Maka dari itu, kami akan fokus pada masalah logistik pangan," kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung saat diskusi bareng media di Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Dia menjelaskan, berbagai opsi kebijakan akan dibahas untuk mengatasi pembenahan logistik dan pembenahan kapasitas pangan. Sebab itu, BI dan pemerintah berencana menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) untuk membahas permasalahan logistik dan kedaulatan pangan nasional yang diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Jumat pekan ini.

Pemerintah saat ini telah memprioritaskan pembenahan sistem logistik nasional lima tahun ke depan yang menyasar peningkatan aktivitas perdagangan domestik.

Hal ini dilakukan guna menekan rasio biaya logistik terhadap produk domestik bruto (PDB) dari 23,6% di 2015 menjadi 19,2% pada 2019, melalui peningkatan efisiensi jalur distribusi bahan pokok dan strategis.

Selain itu, kata dia, bagi BI, juga berupaya untuk mempercepat pembenahan logistik pangan dan kapasitas produksi pangan dapat memberikan optimisme bagi terjaganya stabilitas harga di daerah yang pada gilirannya akan mendukung upaya pencapaian sasaran inflasi nasional.

Sehingga, rakor nanti diharapkan dapat menghasilkan poin-poin komitmen masing-masing pihak untuk mempercepat pembenahan sistem logistik dan produksi pangan, khususnya di NTT.

Dia memaparkan, rakor tersebut akan membahas mengenai dinamika permasalahan logistik dan produksi pangan daerah dan imbasnya pada upaya stabilisasi harga di daerah.

"Memang harus dari semua aspek kita benahi. Bukan saja memperbaiki logistik, atau distribusi, tapi juga produksi. Dan masing-masing sangat dipengaruhi musiman," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
16 menit yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
35 menit yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
1 jam yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
1 jam yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
1 jam yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved