Laju Penguatan Rupiah Masih Akan Tertahan Hari Ini
Rabu, 10 Februari 2016 - 09:04 WIB
Laju Penguatan Rupiah Masih Akan Tertahan Hari Ini
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diperkirakan sulit lanjutkan penguatan saat semakin besarnya tekanan yang datang pada pasar finansial, sehingga membuat mata uang Asia sulit bangkit.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan belum lagi ditambah harga minyak mentah yang kembali melemah sehingga berimbas pada sempat menguatnya laju dolar Amerika Serikat (USD) terhadap mata uang emerging market termasuk rupiah.
"USD bergerak menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia seiring optimisme beberapa pelaku pasar yang menilai kenaikan rata-rata upah pekerja," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/2/2016).
Selain itu lanjut dia, penurunan tingkat pengangguran selama bulan Januari merupakan alasan yang cukup kuat untuk meyakinkan bank sentral AS (Federal Reserve) untuk menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini. Dia memprediksi kemungkinan USD akan melanjutkan reboundnya, mengingat rilis data pengangguran AS di level 4,9% di respon positif oleh para pelaku pasar.
Dia menambahkan rupiah akan berada di level support Rp13.700/USD serta resisten Rp13.675/USD. Sementara, setelah USD melemah terhadap mata uang negara berkembang beberapa hari lalu, kini penguatan USD kembali menyelimuti pergerakan mata uang dunia.
"Pelemahan mata uang emerging market selain dipicu oleh kecemasan baru yang dirasakan pelaku pasar mengenai kesehatan perekonomian global namun, juga disebabkan oleh aksi profit taking para pelaku pasar," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan belum lagi ditambah harga minyak mentah yang kembali melemah sehingga berimbas pada sempat menguatnya laju dolar Amerika Serikat (USD) terhadap mata uang emerging market termasuk rupiah.
"USD bergerak menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia seiring optimisme beberapa pelaku pasar yang menilai kenaikan rata-rata upah pekerja," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/2/2016).
Selain itu lanjut dia, penurunan tingkat pengangguran selama bulan Januari merupakan alasan yang cukup kuat untuk meyakinkan bank sentral AS (Federal Reserve) untuk menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini. Dia memprediksi kemungkinan USD akan melanjutkan reboundnya, mengingat rilis data pengangguran AS di level 4,9% di respon positif oleh para pelaku pasar.
Dia menambahkan rupiah akan berada di level support Rp13.700/USD serta resisten Rp13.675/USD. Sementara, setelah USD melemah terhadap mata uang negara berkembang beberapa hari lalu, kini penguatan USD kembali menyelimuti pergerakan mata uang dunia.
"Pelemahan mata uang emerging market selain dipicu oleh kecemasan baru yang dirasakan pelaku pasar mengenai kesehatan perekonomian global namun, juga disebabkan oleh aksi profit taking para pelaku pasar," pungkasnya.
(akr)