Stok Melimpah, Harga Minyak Dunia Kembali Terpuruk
Kamis, 11 Februari 2016 - 09:13 WIB
Stok Melimpah, Harga Minyak Dunia Kembali Terpuruk
A
A
A
TOKYO - Harga minyak mentah AS kembali terpuruk pada sesi awal perdagangan Asia hari ini, Kamis (11/2/2016) ketika stok persediaan minyak mencapai rekor tertinggi. Sementara itu Goldman Sachs memperkirakan harga minyak global akan terus melemah dan cenderung stabil hingga pertengahan tahun ini.
Dilansir Reuters, minyak mentah berjangka AS jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat ada di posisi USD27,37 per barel pada pukul 00.22 GMT, turun 8 sen dari penutupan sebelumnya dan menyusut secara total sebesar 20% sejak akhir Januari lalu. Dan minyak global jenis brent sempat naik ke posisi USD31,90 per barel, namun turun lagi ke posisi USD31,46.
Persediaan minyak di Cushing, titik pengiriman Oklahoma ke AS meningkat ke rekor tertinggi sebesar 65 juta barel berdasarkan data pemerintah dari energi informasi administrasi (EIA). Melimpahnya stok minyak diiringi perlambatan ekonomi China diyakini akan membuat harga tetap rendah sampai paruh kedua tahun 2016.
"Risiko pertumbuhan ekonomi China dan minyak dunia yang terus turun terjadi lebih cepat dari yang kita antisipasi. Kami berharap harga minyak akan terus berfluktuasi antara USD20 per barel (operasional level stres) dan USD40 per barel (level tekanan keuangan) dengan olatilitas yang signifikan dan tren harga tidak sampai 2H 2016," jelas Goldman Sachs.
Tercatat harga minyak mentah dunia telah melemah hampir mencapai 75% sejak pertengahan 2014 lalu, ketika para produsen minyak terus memompa 1,2 juta barel minyak mentah setiap harinya melebihi permintaan. Seperti pertumbuhan ekonomi China yang mencapai level terendah dalam satu generasi.
Dilansir Reuters, minyak mentah berjangka AS jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat ada di posisi USD27,37 per barel pada pukul 00.22 GMT, turun 8 sen dari penutupan sebelumnya dan menyusut secara total sebesar 20% sejak akhir Januari lalu. Dan minyak global jenis brent sempat naik ke posisi USD31,90 per barel, namun turun lagi ke posisi USD31,46.
Persediaan minyak di Cushing, titik pengiriman Oklahoma ke AS meningkat ke rekor tertinggi sebesar 65 juta barel berdasarkan data pemerintah dari energi informasi administrasi (EIA). Melimpahnya stok minyak diiringi perlambatan ekonomi China diyakini akan membuat harga tetap rendah sampai paruh kedua tahun 2016.
"Risiko pertumbuhan ekonomi China dan minyak dunia yang terus turun terjadi lebih cepat dari yang kita antisipasi. Kami berharap harga minyak akan terus berfluktuasi antara USD20 per barel (operasional level stres) dan USD40 per barel (level tekanan keuangan) dengan olatilitas yang signifikan dan tren harga tidak sampai 2H 2016," jelas Goldman Sachs.
Tercatat harga minyak mentah dunia telah melemah hampir mencapai 75% sejak pertengahan 2014 lalu, ketika para produsen minyak terus memompa 1,2 juta barel minyak mentah setiap harinya melebihi permintaan. Seperti pertumbuhan ekonomi China yang mencapai level terendah dalam satu generasi.
(akr)
Lihat Juga :