Bappenas: Proyek Kereta Cepat Harus Rampung Sebelum 2019

Jum'at, 12 Februari 2016 - 18:31 WIB
Bappenas: Proyek Kereta...
Bappenas: Proyek Kereta Cepat Harus Rampung Sebelum 2019
A A A
JAKARTA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung harus rampung sebelum berakhirnya pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada 2019.

Hal tersebut guna mencegah terjadinya perubahan kebijakan yang menyebabkan proyek tersebut mangkrak atau bahkan dibatalkan. (Baca: Pemerintah Sadar Kereta Cepat Proyek Rugi)

Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono menuturkan, jaminan yang diminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dalam proyek ini pada dasarnya, jaminan politik agar proyek ini bisa berjalan. Jaminan yang dimaksud bukanlah jaminan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Yang diminta Anggoro (Dirut KCIC) itu jaminan politik. Itu saya pikir wajar. Ini proyek jangka panjang, jangan-jangan setelah pemerintahan ini justru berubah lagi (kebijakannya). Itu yang diminta KCIC. Bukan apa-apa, hanya untuk meyakinkan swasta proyek ini bisa berjalan," tuturnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Sebab itu, untuk mencegah terjadinya perubahan kebijakan dalam pemerintahan selanjutnya, maka KCIC diimbau agar segera melaksanakan pembangunan kereta cepat tersebut. Jika telah terlihat fisik bangunannya, tidak mungkin pemerintah akan membuat kebijakan yang menghambat pembangunan kereta cepat.

"Maka, harus cepat-cepat (pembangunannya), kalau cepat jalan ada kelihatan fisiknya kan lain. Contohnya tadi Jembatan Suramadu kan sejak zaman Megawati, tapi diselesaikan zaman SBY. Tapi kalau belum kelihatan fisiknya seperti Jembatan Selat Sunda kan bisa dibatalkan," jelas dia.

Bambang menambahkan, jaminan politik yang diminta KCIC tidak perlu menerbitkan regulasi atau peraturan baru. "Tidak perlu tertulis, kan kalau Presiden dan menteri bilang oke ya selesai. Contohnya Jembatan Suramadu berkibar sampai sekarang. Kalau ada PP terus pemerintahan baru enggak konsisten ya bisa aja diganti kan?" ungkapnya.

Sementara, terkait keraguan masyarakat terkait tidak adanya jaminan pembiayaan dari APBN, masyarakat bisa mengecek langsung dalam rencana kerja pemerintah (RKP) yang terbit setiap tahun. Karena, pemerintah tidak mungkin mengeluarkan anggaran jika tidak ada dalam RKP.

"Kalau tidak ada di RKP, berarti memang tidak ada. Cek saja, ada enggak, kalau enggak ada ya sudah. Itu (harus) tertuang, enggak bisa tiba-tiba ada duit tapi tidak tertuang. Kalau APBNP pun harus DPR terus masuk RKP lagi," pungkas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
SIG Catat Penjualan...
SIG Catat Penjualan Semen 15 Juta Ton hingga Mei 2026
9 menit yang lalu
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
29 menit yang lalu
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
43 menit yang lalu
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
1 jam yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved