Fed Rate Batal Naik, BI Ramal Penguatan Rupiah Tak Terbendung

Senin, 15 Februari 2016 - 19:21 WIB
Fed Rate Batal Naik,...
Fed Rate Batal Naik, BI Ramal Penguatan Rupiah Tak Terbendung
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi pergerakan tren positif nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih akan terus berlangsung dengan sentimen positif yang datang dari dalam maupun luar negeri. Pernyataan Ketua Dewan Gubernur The Fed (Bank Sentral AS) Janet Yellen beberapa waktu lalu soal suku bunga acuan AS dinilai akan memberikan efek positif buat rupiah.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan komentar Janet Yellen mengindikasikan bahwa kecil kemungkinan kenaikan suku bunga Fed Rate (suku bunga acuan AS) akan dinaikkan tahun ini. "Kalau dilihat dari kekuatan faktor-faktor positif domestik dan faktor luar negerinya juga lebih dovish (risiko lebih kecil) ya,” jelasnya di Jakarta, Senin (15/2/2016).

(Baca Juga: The Fed Tak Ubah Suku Bunga AS, Pasar Saham Waspada)

Lanjut dia, kemungkinan suku bunga AS bisa dinaikkan pada tahun 2017 lantaran faktor pertumbuhan ekonomi di AS yang diperkirakan masih melemah. "Pertumbuhan ekonomi di AS rupanya juga lemah. Sehingga, hal itu memberikan faktor positif. Sehingga berarti kebijakan moneter AS tidak se-hawkish (berisiko besar) seperti dulu. Kami meyakini bahwa rupiah akan jauh lebih menguat,” sambungnya.

Bank Indonesia juga optimistis, sentimen positif pergerakan rupiah akan berpengaruh pada neraca perdagangan yang diprediksi surplus. Hal ini dikarenakan, penguatan rupiah diyakini akan dapat mendukung daya saing neraca perdagangan. Apalagi, dengan adanya reformasi struktural yang dilakukan pemerintah dan otoritas terkait dapat memberikan efek yang baik bagi fundamental ekonomi dalam negeri.

"Perbaikan iklim investasi serta perbaikan infrastruktur juga menjadi dorongan positif tersendiri. Dan kemarin juga ada soal DNI (Daftar Negatif Investasi), itu akan memberikan suatu daya dukung terhadap competitiveness Indonesia,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
5 menit yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
38 menit yang lalu
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
48 menit yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
1 jam yang lalu
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved