BPS Peringatkan Banjir Bakal Berdampak ke Inflasi Februari
Senin, 15 Februari 2016 - 19:57 WIB
BPS Peringatkan Banjir Bakal Berdampak ke Inflasi Februari
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Adi Wibowo memperingatkan pemerintah untuk bergerak cepat dalam antisipasi banjir besar yang bakal terjadi di Februari. Lantaran dapat membuat jalur distribusi beberapa komoditi menjadi terhambat dan berakibat kepada meningkatnya inflasi.
(Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Januari 2016 Surplus USD50,6 juta)
Dia menambahkan yang paling terpenting adalah jangan sampai rantai distribusi pada beras menjadi panjang, karena akan membuat harga menjulang tinggi seperti beberapa waktu lalu. "Bisa jadi kalau banjir, akan berakibat ke distribusi. Kalau distribusi barang, yang paling panjang beras. Maka paling merasakan DKI, kalau distribusinya terganggu dan harga bisa mahal," jelasnya di Jakarta, Senin (15/2/2016).
Lanjut dia harus ada antisipasi cepat dari pemerintah agar ancaman banjir tidak terjadi. Atau setidaknya, jika memang terlanjur terjadi banjir, dia berharap pemerintah sudah memiliki pasokan untuk cadangan. "Kalau bisa diantisipasi lebih cepat. Karena kita sudah ada gambaran kalau semisalnya banjir. Jadi pemerintah harus punya pasokan, setidaknya untuk pangan," sambungnya.
Jika pemerintah tidak mengantisipasi, menurutnya dapat dipastikan Indonesia akan mengalami inflasi di beberapa komoditi pada Februari 2016. Namun demikian, dia belum bisa memprediksikan berapa angka inflasinya karena masih tergantung berapa lama banjir akan terjadi.
"Belum kelihatan, kalau banjirnya berhari-hari baru (bisa tinggi). Kalau beras masih bisa dijadikan kualitas rendah, tidak terlalu berpengaruh dikonsumsi. Seharusnya karena ini musim tahunan, pengaruhnya sudah teridentifikasi," pungkasnya.
(Baca Juga: Neraca Perdagangan RI Januari 2016 Surplus USD50,6 juta)
Dia menambahkan yang paling terpenting adalah jangan sampai rantai distribusi pada beras menjadi panjang, karena akan membuat harga menjulang tinggi seperti beberapa waktu lalu. "Bisa jadi kalau banjir, akan berakibat ke distribusi. Kalau distribusi barang, yang paling panjang beras. Maka paling merasakan DKI, kalau distribusinya terganggu dan harga bisa mahal," jelasnya di Jakarta, Senin (15/2/2016).
Lanjut dia harus ada antisipasi cepat dari pemerintah agar ancaman banjir tidak terjadi. Atau setidaknya, jika memang terlanjur terjadi banjir, dia berharap pemerintah sudah memiliki pasokan untuk cadangan. "Kalau bisa diantisipasi lebih cepat. Karena kita sudah ada gambaran kalau semisalnya banjir. Jadi pemerintah harus punya pasokan, setidaknya untuk pangan," sambungnya.
Jika pemerintah tidak mengantisipasi, menurutnya dapat dipastikan Indonesia akan mengalami inflasi di beberapa komoditi pada Februari 2016. Namun demikian, dia belum bisa memprediksikan berapa angka inflasinya karena masih tergantung berapa lama banjir akan terjadi.
"Belum kelihatan, kalau banjirnya berhari-hari baru (bisa tinggi). Kalau beras masih bisa dijadikan kualitas rendah, tidak terlalu berpengaruh dikonsumsi. Seharusnya karena ini musim tahunan, pengaruhnya sudah teridentifikasi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :