IHSG Diproyeksi Bergerk Mixed Mencoba Menguat
Selasa, 16 Februari 2016 - 08:15 WIB
IHSG Diproyeksi Bergerk Mixed Mencoba Menguat
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak mixed mencoba menguat.
"Indikator stochastic pun bergerak bearish keluar dari area overbought dengan momentum RSI yang masih tertahan pada MA14 dari momentumnya dengan range pergerakan 4.690-4.800," ujarnya di Jakarta, Selasa (16/2/2016).
Dia mengatakan, sentimen selanjutnya data FDI China dan Machinery Orders di Jepang. Dari dalam negeri data pertumbuhan pinjaman dan pejualan mobil dengan ekspetasi masih melambat.
Sementara, IHSG kemarin mengikuti bursa mayoritas bursa Asia dengan ditutup menguat hanya 26,33 poin sebesar 0,56% dilevel 4.740,73 dengan volume yang moderate.
Sentimen dalam negeri yakni aktivitas ekspor Januari yang turun berkontraksi terhadap ekspetasi dilevel minus 20,72% dari 17,66% dengan ekspetasi 15,20% menjadi penahan laju penguatan IHSG.
Di saat mayoritas bursa asia rebound cukup tinggi dan nilai tukar rupiah menguat 0,82% meskipun secara keseluruhan neraca perdagangan terjadi surplus tipis di level USD51 juta karena aktivitas impor yang juga turun lebih dalam.
"Investor asing tercatat net buy sebesar Rp146,39 miliar di saat rupiah menguat cukup baik pada perdagangan hari ini," pungkasnya.
"Indikator stochastic pun bergerak bearish keluar dari area overbought dengan momentum RSI yang masih tertahan pada MA14 dari momentumnya dengan range pergerakan 4.690-4.800," ujarnya di Jakarta, Selasa (16/2/2016).
Dia mengatakan, sentimen selanjutnya data FDI China dan Machinery Orders di Jepang. Dari dalam negeri data pertumbuhan pinjaman dan pejualan mobil dengan ekspetasi masih melambat.
Sementara, IHSG kemarin mengikuti bursa mayoritas bursa Asia dengan ditutup menguat hanya 26,33 poin sebesar 0,56% dilevel 4.740,73 dengan volume yang moderate.
Sentimen dalam negeri yakni aktivitas ekspor Januari yang turun berkontraksi terhadap ekspetasi dilevel minus 20,72% dari 17,66% dengan ekspetasi 15,20% menjadi penahan laju penguatan IHSG.
Di saat mayoritas bursa asia rebound cukup tinggi dan nilai tukar rupiah menguat 0,82% meskipun secara keseluruhan neraca perdagangan terjadi surplus tipis di level USD51 juta karena aktivitas impor yang juga turun lebih dalam.
"Investor asing tercatat net buy sebesar Rp146,39 miliar di saat rupiah menguat cukup baik pada perdagangan hari ini," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :