Penguatan Rupiah Diramal Terus Berlanjut
Selasa, 16 Februari 2016 - 08:21 WIB
Penguatan Rupiah Diramal Terus Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diramal terus berlanjut, seiring dirilisnya data neraca perdagangan yang semakin membaik.
"Di mana pada Januari mencatatkan surplus bila dibanding bulan sebelumnya yang justru defisit," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (16/2/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.500/USD serta resisten di level Rp13.300/USD. Laju rupiah di pasar spot antar valas kembali mengalami kenaikan terhadap USD setelah terimbas kembali menguatnya laju harga minyak mentah dunia.
Berdasarkan data yang diperoleh, minyak WTI sempat naik hingga USD29 per barel pada perdagangan intraday. Laju rupiah yang kian menguat membuat pelaku pasar semakin percaya akan pulihnya perekonomian Indonesia.
Apalagi ditambah rilis neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2016 yang tercatat surplus USD0,05 miliar setelah pada Desember 2015 mengalami defisit USD0,16 miliar.
Perbaikan neraca perdagangan tersebut didukung oleh turunnya defisit neraca perdagangan migas. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus.
"Di tempat lain, laju USD terhadap mata uang lainnya antara lain EUR, GBP, CHF, SGD cenderung menguat, namun tidak jarang juga ada beberapa mata uang lainnya yang terapresiasi dibanding yang cenderung bergerak variatif," pungkas Reza.
"Di mana pada Januari mencatatkan surplus bila dibanding bulan sebelumnya yang justru defisit," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (16/2/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.500/USD serta resisten di level Rp13.300/USD. Laju rupiah di pasar spot antar valas kembali mengalami kenaikan terhadap USD setelah terimbas kembali menguatnya laju harga minyak mentah dunia.
Berdasarkan data yang diperoleh, minyak WTI sempat naik hingga USD29 per barel pada perdagangan intraday. Laju rupiah yang kian menguat membuat pelaku pasar semakin percaya akan pulihnya perekonomian Indonesia.
Apalagi ditambah rilis neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2016 yang tercatat surplus USD0,05 miliar setelah pada Desember 2015 mengalami defisit USD0,16 miliar.
Perbaikan neraca perdagangan tersebut didukung oleh turunnya defisit neraca perdagangan migas. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus.
"Di tempat lain, laju USD terhadap mata uang lainnya antara lain EUR, GBP, CHF, SGD cenderung menguat, namun tidak jarang juga ada beberapa mata uang lainnya yang terapresiasi dibanding yang cenderung bergerak variatif," pungkas Reza.
(izz)