Jokowi Akan Tetapkan Batas Maritim dengan Vietnam

Selasa, 16 Februari 2016 - 08:55 WIB
Jokowi Akan Tetapkan...
Jokowi Akan Tetapkan Batas Maritim dengan Vietnam
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat (AS), sempat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung di Ruang Pertemuan Miramonte, Indi Wells, California.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menekankan mengenai rencana penetapan batas maritim zona ekonomi eksklusif (ZEE) antara kedua negara.

Sebelumnya, kedua negara telah melakukan pertemuan teknis penetapan batas ZEE Indonesia dan Vietnam pada Desember 2015. Jokowi menyambut baik hasil pertemuan tersebut, dan berharap agar segera diadakan konsultasi untuk penyelesaian batas maritim ZEE kedua negara.

"Presiden (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia sering dirugikan oleh illegal fishing. Sehingga berharap agar pertemuan penetapan ZEE kedua negara akan mengurangi ketidakpastian mengenai batas-batas maritim," kata Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana seperti dalam rilisnya yang diterima Sindonews di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Selain itu, beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain kerja sama perdagangan dan investasi, hasil delimitasi batas maritim Indonesia dan Vietnam, serta rencana kunjungan kenegaraan ke Vietnam.

Di bidang perdagangan dan investasi, Jokowi mengharapkan agar kedua negara dapat meningkatkan kerja sama untuk mewujudkan target perdagangan USD10 miliar 2018. Hingga 2015 tercatat nilai perdagangan Indonesia dan Vietnam mencapai USD5,3 miliar.

Perdana Menteri Nguyen Tang Dung menyambut baik ajakan untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, dan menyampaikan minat investor Vietnam untuk melakukan investasi di bidang agrikultur serta migas di Indonesia.

"Menutup pertemuan bilateral ini, Jokowi menyampaikan keinginannya untuk memenuhi undangan PM Nguyen Tan Dung melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam di tahun ini. Dan Presiden Jokowi menugaskan Menlu Retno Marsudi untuk mengatur lebih lanjut," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Jepang Garap 6.794 Proyek...
Jepang Garap 6.794 Proyek di Indonesia, Airlangga Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved