Perusahaan Besar Bangkrut di Indonesia

Rabu, 17 Februari 2016 - 06:06 WIB
Perusahaan Besar Bangkrut...
Perusahaan Besar Bangkrut di Indonesia
A A A
BANYAK perusahaan yang tidak mampu bertahan karena salah menangkap peluang pasar atau salah strategi sehingga mengalami kebangkrutan. Kondisi ini dialami beberapa perusahaan di Indonesia.

Berikut perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang mengalami kebangkrutan:

• Ford Motor Indonesia.

Pada awal 2016 secara resmi perusahaan automotif asal Amerika Serikat (AS) Ford Motor Indonesia mengumumkan akan menutup bisnisnya di Indonesia tepatnya pada paruh kedua 2016. Ford Motor Indonesia saat ini memasarkan produk, antara lain city car Fiesta, Focus, compact SUV EcoSport, pick up double cabin Ranger, dan SUV Everest.

• General Motors Indonesia (GMI)

Pabrik milik General Motor Indonesia (GMI) yang memproduksi mobil Chevrolet Spin di Bekasi menghentikan operasinya dan resmi ditutup pada Juni 2015 akibat selalu mengalami kerugian dan tidak mampu bersaing dengan produk lain sejenis. GM Indonesia mengalami kerugian USD4 juta setiap bulannya sejak mulai beroperasi pada 2013, sehingga total kerugian yang dialami GMI hingga 2015 mencapai USD200 juta.

(Baca: Daftar Miliarder yang Jatuh Miskin)

• Bouraq

Kondisi keuangan perusahaan pasca-krisis 1998 membuat kinerja perusahaan semakin berat. Dimulai dari pendiri Bouraq, Jerry Sumendap, meninggal pada pertengahan 1995, membuat maskapai ini dipiloti oleh generasi kedua. Perekonomian Indonesia memasuki krisis moneter 1998, dan Bouraq berupaya terus bertahan dengan berbagai strategi. Meski demikian, toh maskapai ini akhirnya menyerah pada 25 Juli 2005 dan dinyatakan pailit.

(Baca: Faktor-faktor Penyebab Perusahaan Bangkrut)

• Sempati Air

Maskapai ini adalah salah satu maskapai penerbangan nasional, yang sangat ekspansif saat Orde Baru. Namun, ekspansi bisnis berbanding lurus dengan utang yang ditumpuk. Hingga pada saat krisis 1998, utang Sempati menggunung hingga mencapai Rp1,1 triliun kepada 470 perusahaan dan akhirnya dinyatakan bangkrut.

• Batavia Air

Salah satu perusahaan maskapai besar di Indonesia, Batavia Air mengumumkan resmi ditutup pada 2003 akibat pailit. Penyebab bangkrutnya maskapai ini adalah tidak bisa membayar utang karena force majeur.

(Baca: Kasus Kebangkrutan Perusahaan Besar di Dunia)

Batavia Air memiliki utang hampir mencapai Rp2,5 triliun. Salah satu penyebab utang yang besar tersebut disebabkan Batavia Air menyewa pesawat Airbus dari International Lease Finance Corporation (ILFC) untuk angkutan haji. Namun apa daya, mereka tidak mampu melakukan pembayaran.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Berita Terkini
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
4 menit yang lalu
Percepat Transisi Energi,...
Percepat Transisi Energi, Asiana Technologies Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
26 menit yang lalu
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Gelombang 2 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
50 menit yang lalu
Tips MotionTrade: 4...
Tips MotionTrade: 4 Langkah Wajib Saat Terindikasi Penipuan Investasi
1 jam yang lalu
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
1 jam yang lalu
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved