Pengusaha Ikan Kembali Protes Kebijakan Menteri Susi

Kamis, 18 Februari 2016 - 11:03 WIB
Pengusaha Ikan Kembali...
Pengusaha Ikan Kembali Protes Kebijakan Menteri Susi
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali mendapat protes dari kalangan dunia usaha terkait kebijakan moratorium kapal eks asing yang dikeluarkan beberapa waktu lalu. Meski kebijakan ini telah dicabut, namun Susi tetap melarang kapal eks asing beroperasi di lepas pantai Indonesia.

‎Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Maritim dan Perikanan Tangkap Indonesia (Aspitindo) Tribuana mengatakan, industri perikanan nasional merupakan sektor yang bisa mendatangkan pendapatan luar biasa jika dikelola maksimal. Sayang, kebijakan moratorium dinilai membuat pengusaha perikanan nasional hingga nelayan hampir mati.

"Kami sudah survei ke daerah terhadap pengusaha nasional dan lokal perikanan hampir mati semua nelayan sudah mati semua. Karena dengan moratorium yang harus dibasmi adalah pengusaha asing, pengusaha ilegal ini dibasmi semua sampai nelayan dibantai semua," kata dia dalam rilisnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Menurutnya, kebijakan tersebut membuat nelayan tidak bisa melakukan bongkar muat (shipment) di tengah laut. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan nelayan dan pengusaha menjadi dua kali lipat.

"Karena kapal kecilnya bolak-balik. Ini yang perlu dilakukan perubahan regulasi untuk mendukung pengusaha ikan nasional dan nelayan," imbuhnya.

Padahal, sambung Tribuana, potensi perikanan nasional s‎angat luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan sekitar 70% penduduk dunia mengonsumsi ikan di Indonesia. Setelah moratorium, hampir seluruh negara yang memasok ikan dari Tanah Air tutup.

"‎Selama moratorium hampir seluruh negara yang dianggap penghasil ikan semuanya tutup. Filipina, Thailand, Malaysia, Jepang, Taiwan dan hampir semua ikan-ikan kita dicuri. Karena itu, Aspitindo lahir ingin membangun kemitraan terhadap pemerintah melakukan suatu pembinaan terhadap usaha nasional untuk bagaimana memproduksi ikan secara profesional," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
46 menit yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
2 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
3 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved