Rizal Ramli Soroti Perpanjangan Izin Ekspor Freeport

Kamis, 18 Februari 2016 - 16:37 WIB
Rizal Ramli Soroti Perpanjangan...
Rizal Ramli Soroti Perpanjangan Izin Ekspor Freeport
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyoroti terkait perpanjangan izin ekspor konsentrat yang diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Freeport yang menurutnya tidak ada koordinasi.

Dia mengaku tidak mengetahui alasan di balik mengapa perusahaan tambang Paman Sam tersebut bisa mendapatkan izin ekspor. (Baca Juga: Pemerintah Kembali Izinkan Freeport Ekspor Konsentrat)

"‎Ada koordinasi (dengan Menteri ESDM soal Freeport)? Tidak. Menteri ESDM dari dulu tidak pernah koordinasi sama saya. Dia koordinasi sama siapa juga tidak jelas," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Freeport sendiri mendapatkan rekomendasi izin ekspor konsentrat tanpa harus mengeluarkan uang jaminan sebesar USD530 juta yang sebelumnya menjadi persyaratan untuk bisa ekspor. Sementara proses pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut sampai saat ini belum jelas.

Menteri ESDM sebelumnya beralasan kewajiban pembangunan smelter bagi perusahaan tambang diyakini tidak realistis ketika harga komoditas terus merosot. Freeport sendiri diizinkan ekspor hanya dengan membayar bea keluar sebesar 5%.

(Baca Juga: Izinkan Freeport Ekspor Konsentrat, RI Dinilai Tak Berdaya)

Mantan Menko bidang Perekonomian ini menuturkan, pemerintah begitu mudah dipojokkan oleh Freeport karena mereka tahu pemerintah Indonesia lemah. Apalagi, perusahaan yang bermarkas di AS tersebut seharusnya sudah membangun smelter sejak 2009.

"‎Harusnya dia (Freeport) sudah bangun smelter sejak 2009. Tapi dia tahu dan ngeyel aja. Nanti gue pepetin pemerintah Indonesia, terus pemerintah Indonesia nyerah. Ketemu ‎menteri yang doyan nyerah namanya Sudirman Said. Padahal ada cara lebih canggih untuk menghadapi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
EIU Sebut Demokrasi...
EIU Sebut Demokrasi di Indonesia Mundur, Rizal Ramli: Solusinya Hapus PT
Soal Jokowi Marahi Sudirman...
Soal Jokowi Marahi Sudirman Said Terkait Kasus Papa Minta Saham, Istana: Tidak Benar
Rizal Ramli Kritisi...
Rizal Ramli Kritisi Sistem Ambang Batas dalam Pilkada dan Pilpres
Rizal Ramli Sebut Pembangunan...
Rizal Ramli Sebut Pembangunan Harus Membuat Rakyat Lebih Makmur, Bukan Sebaliknya
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Peringkat Kampus di...
Peringkat Kampus di Indonesia Turun, Rizal Ramli Merasa Terhina
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
27 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
33 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
48 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
50 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
54 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
55 menit yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved