IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Mencoba Rebound
Senin, 22 Februari 2016 - 08:12 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Mencoba Rebound
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed mencoba rebound pada support MA200.
"Secara teknikal IHSG break out support MA7 setelah sebelumnya membentuk pola spinning top pada resistance upper bands dengan range pergerakan 4.677-4.745," ujarnya di Jakarta, Senin (22/2/2016).
Lanjar mengatakan, sentimen pada awal pekan depan akan banyak dibanjiri hasil survei sementara indeks kinerja manufaktur PMI bulan ini di seluruh dunia.
Sementara, IHSG akhir pekan kemarin bergerak melemah 81,23% poin atau sebesar 1,7% di level 4.697,56 dengan volume yang relatif tinggi.
Rumor rencana OJK mengenai batas maksimum NIM bank di level 4% untuk dapat bersaing di Asia seakan sontak membuat investor sell off menghilangkan momentum pemangkasan suku bunga dan menjadikan alasan profit taking pada sektor keuangan perbankan, sehingga turun paling dalam.
Investor asing pun tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp912,41 miliar. Sehingga total capital outflow pada pekan ketiga bulan ini hanya sebesar Rp157,87 miliar.
"Investor menyikapi rumor rencana tersebut masih sangat jauh terpenuhi oleh bank-bank di Indonesia mengingat NIM perbankan yang rata-rata jauh di atas level 4% dan perbedaan debitur di setiap negara," pungkasnya.
"Secara teknikal IHSG break out support MA7 setelah sebelumnya membentuk pola spinning top pada resistance upper bands dengan range pergerakan 4.677-4.745," ujarnya di Jakarta, Senin (22/2/2016).
Lanjar mengatakan, sentimen pada awal pekan depan akan banyak dibanjiri hasil survei sementara indeks kinerja manufaktur PMI bulan ini di seluruh dunia.
Sementara, IHSG akhir pekan kemarin bergerak melemah 81,23% poin atau sebesar 1,7% di level 4.697,56 dengan volume yang relatif tinggi.
Rumor rencana OJK mengenai batas maksimum NIM bank di level 4% untuk dapat bersaing di Asia seakan sontak membuat investor sell off menghilangkan momentum pemangkasan suku bunga dan menjadikan alasan profit taking pada sektor keuangan perbankan, sehingga turun paling dalam.
Investor asing pun tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp912,41 miliar. Sehingga total capital outflow pada pekan ketiga bulan ini hanya sebesar Rp157,87 miliar.
"Investor menyikapi rumor rencana tersebut masih sangat jauh terpenuhi oleh bank-bank di Indonesia mengingat NIM perbankan yang rata-rata jauh di atas level 4% dan perbedaan debitur di setiap negara," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :