Rupiah Diramal dalam Tren Melemah
Senin, 22 Februari 2016 - 08:17 WIB
Rupiah Diramal dalam Tren Melemah
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diramal meninggalkan teritori positifnya, sehingga membuka peluang berada pada tren pelemahan.
"Maraknya sentimen negatif membuat laju rupiah cenderung melemah. Apalagi pelaku pasar cenderung menjauhkan diri dari pasar," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (22/2/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada pada kisaran level Rp13.566-Rp13.500/USD. Laju rupiah di pasar spot antar valas sempat mengalami pelemahan sebelum berakhir stagnan terhadap USD.
Pada saat mata uang lainnya seperti EUR, GBP, CHF, dan JPY menguat terhadap USD dan laju CNY, ADU dan CAD terlihat melemah terhadap USD.
Variatifnya laju USD terhadap sejumlah mata uang tersebut memberikan sentimen variatif terhadap laju rupiah, sehingga laju rupiah cenderung tidak banyak berubah.
"Sentimen dari penurunan BI rate telah terlewati tergantikan dengan sentimen pasar terkait berita pembatasan kinerja perbankan, sehingga laju rupiah pun terkena imbas negatifnya," pungkas dia.
"Maraknya sentimen negatif membuat laju rupiah cenderung melemah. Apalagi pelaku pasar cenderung menjauhkan diri dari pasar," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (22/2/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada pada kisaran level Rp13.566-Rp13.500/USD. Laju rupiah di pasar spot antar valas sempat mengalami pelemahan sebelum berakhir stagnan terhadap USD.
Pada saat mata uang lainnya seperti EUR, GBP, CHF, dan JPY menguat terhadap USD dan laju CNY, ADU dan CAD terlihat melemah terhadap USD.
Variatifnya laju USD terhadap sejumlah mata uang tersebut memberikan sentimen variatif terhadap laju rupiah, sehingga laju rupiah cenderung tidak banyak berubah.
"Sentimen dari penurunan BI rate telah terlewati tergantikan dengan sentimen pasar terkait berita pembatasan kinerja perbankan, sehingga laju rupiah pun terkena imbas negatifnya," pungkas dia.
(izz)