Awal 2016, Menteri Susi Tenggelamkan Puluhan Kapal
Senin, 22 Februari 2016 - 13:38 WIB
Awal 2016, Menteri Susi Tenggelamkan Puluhan Kapal
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) tercatat telah menenggelamkan 31 kapal pada awal 2016. Menteri KKP Susi Pudjiastuti menerangkan, lokasinya ada di lima titik yakni Bitung, Pontianak, Batam, Tahuna dan Belawan.
Lanjut dia, hal ini bukti komitmen pemerintah dalam memberantas para kapal yang melakukan Illegal, unreported and unregulated fishing (IUU fishing). Sehingga, membuat laut di Tanah Air menjadi aman.
"Satgas 115 bukti komitmen pemerintah, angkatan laut, kepolisian bea cukai, jajaran daerah dan pusat membantu terlaksananya eksekusi IUU fishing. Pemerintah makin kuat dan keras agar lautnya aman," ujarnya di Jakarta, Senin (22/2/2016).
(Baca Juga: Tutup Tahun 2015, Menteri Susi Tenggelamkan 10 Kapal Asing Ilegal)
Penengelaman tersebut, lanjut Susi, menambah jumlah kapal yang sudah ditenggelamkan sejak tahun lalu menjadi 151 unit. Terdiri dari 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal Tiongkok dan 14 kapal berbendera Indonesia.
"Penengelaman kapal ini menambah jumlah jadi 151 kapal, 50 kapal eks Vietnam, 43 dari Filipina, 21 dari Thailand hingga 1 kapal Tiongkok dan 14 kapal berbendera Indonesia," katanya.
Dia mengungkapkan, semua yang dilakukan oleh pihaknya sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tujuannya agar memberikan efek jera kepada pelaku pencuri ikan tersebut.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi agar berikan efek jera ke pelaku IUU fishing. Konsisten terus-menerus Pak Jokowi ingin jadikan Indonesia kekuatan poros maritim dunia, dibuktikan ketegasannya," pungkasnya.
Berikut rincian kapal yang ditenggelamkan pada awal tahun 2016:
-Bitung sebanyak 10 kapal, 6 kapal asal Filipina dan 4 kapal asal Indonesia
-Pontianak sebanyak 8 kapal asal Vietnam
-Batam sebanyak 10 kapal, 3 kapal asal Vietnam dan 7 kapal asal Malaysia
-Tahuna sebanyak 1 kapal asal Filipina
-Belawan sebanyak 2 kapal asal Malaysia
Lanjut dia, hal ini bukti komitmen pemerintah dalam memberantas para kapal yang melakukan Illegal, unreported and unregulated fishing (IUU fishing). Sehingga, membuat laut di Tanah Air menjadi aman.
"Satgas 115 bukti komitmen pemerintah, angkatan laut, kepolisian bea cukai, jajaran daerah dan pusat membantu terlaksananya eksekusi IUU fishing. Pemerintah makin kuat dan keras agar lautnya aman," ujarnya di Jakarta, Senin (22/2/2016).
(Baca Juga: Tutup Tahun 2015, Menteri Susi Tenggelamkan 10 Kapal Asing Ilegal)
Penengelaman tersebut, lanjut Susi, menambah jumlah kapal yang sudah ditenggelamkan sejak tahun lalu menjadi 151 unit. Terdiri dari 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal Tiongkok dan 14 kapal berbendera Indonesia.
"Penengelaman kapal ini menambah jumlah jadi 151 kapal, 50 kapal eks Vietnam, 43 dari Filipina, 21 dari Thailand hingga 1 kapal Tiongkok dan 14 kapal berbendera Indonesia," katanya.
Dia mengungkapkan, semua yang dilakukan oleh pihaknya sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tujuannya agar memberikan efek jera kepada pelaku pencuri ikan tersebut.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi agar berikan efek jera ke pelaku IUU fishing. Konsisten terus-menerus Pak Jokowi ingin jadikan Indonesia kekuatan poros maritim dunia, dibuktikan ketegasannya," pungkasnya.
Berikut rincian kapal yang ditenggelamkan pada awal tahun 2016:
-Bitung sebanyak 10 kapal, 6 kapal asal Filipina dan 4 kapal asal Indonesia
-Pontianak sebanyak 8 kapal asal Vietnam
-Batam sebanyak 10 kapal, 3 kapal asal Vietnam dan 7 kapal asal Malaysia
-Tahuna sebanyak 1 kapal asal Filipina
-Belawan sebanyak 2 kapal asal Malaysia
(akr)
Lihat Juga :