Rupiah Hari Ini Diperkirakan Bergerak Positif
Selasa, 23 Februari 2016 - 08:10 WIB
Rupiah Hari Ini Diperkirakan Bergerak Positif
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan dapat kembali melanjutkan pergerakan positif dengan mulai meredanya sentimen yang ada di pasar.
"Lalu diikuti oleh sentimen penguatan harga minyak mentah maka kami harapkan laju rupiah bergerak positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (23/2/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada pada kisaran level Rp13.500-Rp13.424/USD. Sedang pergerakan rupiah kemarin mampu melampaui target resisten di level Rp13.500/USD.
Terimbas secara tidak langsung oleh menguatnya harga minyak mentah dunia. Dengan menguatnya laju harga minyak yang berimbas pada laju sejumlah harga komoditas lainnya memberikan tekanan pada laju USD, sehingga mampu diimbangi kenaikan sejumlah mata uang lainnya.
Pada Asia sejumlah mata uang terlihat terapresiasi terhadap laju USD antara lain AUD, NZD, yuan, INR dan beberapa lainnya. Pelemahan laju USD belum lagi merespons pernyataan The Fed setelah The Fed sepakat untuk menunda terkait kenaikan tingkat suku bunga AS.
"Dikarenakan besarnya tingkat volatilitas pasar yang dapat membebani The Fed saat mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga. Laju rupiah pun mampu melampaui perkiraan kami akan terjadinya pelemahan," pungkasnya.
"Lalu diikuti oleh sentimen penguatan harga minyak mentah maka kami harapkan laju rupiah bergerak positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (23/2/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada pada kisaran level Rp13.500-Rp13.424/USD. Sedang pergerakan rupiah kemarin mampu melampaui target resisten di level Rp13.500/USD.
Terimbas secara tidak langsung oleh menguatnya harga minyak mentah dunia. Dengan menguatnya laju harga minyak yang berimbas pada laju sejumlah harga komoditas lainnya memberikan tekanan pada laju USD, sehingga mampu diimbangi kenaikan sejumlah mata uang lainnya.
Pada Asia sejumlah mata uang terlihat terapresiasi terhadap laju USD antara lain AUD, NZD, yuan, INR dan beberapa lainnya. Pelemahan laju USD belum lagi merespons pernyataan The Fed setelah The Fed sepakat untuk menunda terkait kenaikan tingkat suku bunga AS.
"Dikarenakan besarnya tingkat volatilitas pasar yang dapat membebani The Fed saat mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga. Laju rupiah pun mampu melampaui perkiraan kami akan terjadinya pelemahan," pungkasnya.
(izz)