Rupiah Diramal Bergerak Positif Seiring Melemahnya USD
Rabu, 24 Februari 2016 - 08:15 WIB
Rupiah Diramal Bergerak Positif Seiring Melemahnya USD
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diramal bergerak positif seiring masih melemahnya laju USD terhadap yen dan swissfranc yang masih bergerak positif.
"Seiring masih berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah memberikan ruang bagi laju rupiah bergerak positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (24/2/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di kisaran level Rp13.421-Rp13.389/USD. Turunnya harga minyak mentah dunia tidak menghalangi laju rupiah untuk dapat bergerak positif.
Adapaun pelemahan di pasar saham juga tampaknya tidak menjadi penghambat laju rupiah untuk melanjutkan penguatannya. Target resisten kembali mampu ditembus sehingga memberikan ruang bagi laju rupiah untuk dapat bergerak melanjutkan positifnya.
"Di sisi lain, terapresiasinya USD setelah merespons kembali melemahnya harga minyak mentah tampaknya dapat diimbangi oleh kenaikan laju yen dan swissfranc seiring permintaan akan aset-aset safe heaven pasca merespon pelemahan harga minyak mentah dunia," pungkasnya.
"Seiring masih berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah memberikan ruang bagi laju rupiah bergerak positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (24/2/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di kisaran level Rp13.421-Rp13.389/USD. Turunnya harga minyak mentah dunia tidak menghalangi laju rupiah untuk dapat bergerak positif.
Adapaun pelemahan di pasar saham juga tampaknya tidak menjadi penghambat laju rupiah untuk melanjutkan penguatannya. Target resisten kembali mampu ditembus sehingga memberikan ruang bagi laju rupiah untuk dapat bergerak melanjutkan positifnya.
"Di sisi lain, terapresiasinya USD setelah merespons kembali melemahnya harga minyak mentah tampaknya dapat diimbangi oleh kenaikan laju yen dan swissfranc seiring permintaan akan aset-aset safe heaven pasca merespon pelemahan harga minyak mentah dunia," pungkasnya.
(izz)