IHSG Berakhir Naik Tipis Saat Bursa China Ambruk 6,4%
Kamis, 25 Februari 2016 - 16:51 WIB
IHSG Berakhir Naik Tipis Saat Bursa China Ambruk 6,4%
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (25/2/2016) ditutup bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis ketika mayoritas bursa Asia mengalami pelemahan saat bursa China anjlok cukup dalam. IHSG hari ini berakhir naik 0,60 poin atau 0,01% ke level 4.658,32.
Sementara IHSG pagi tadi dibuka menguat 11.75 poin atau 0,26% ke level 4.670,68 dan kemarin tercatat juga ditutup naik tipis 3,67 poin atau 0,08% ke level 4.657,72 seiring dengan mayoritas melemahnya bursa saham Asia.
Seperti dilansir dari Reuters, pasar saham Asia tergelincir hari ini saat harga minyak dunia masih sulit menguat dan cenderung bergerak stabil. Sementara pasar China kembali merosot cukup tajam dan menimbulkan kecemasan volatilitas pasar yang tinggi bakal berpengaruh ke ekonomi global.
"Pemulihan pasar saham AS pada sesi terakhir dipengaruhi harga minyak yang terus berjuang untuk menjaga posisinya agar tidak kembali berada di bawah level USD30 per barel. Aksi Rebound juga terjadi pada pasar Eropa," jelas kepala analis CMC Markets, Michael Hewson.
Indeks saham Inggris FTSE terlihat membaik 1,3% mengikuti jejak bursa Jerman DAX yang juga naik 1,4%, sementara indeks Prancis CAC juga tercatat melonjak 1,5%. Sementara Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,4% ketika saham China amburk lebih dari 6% saat investor mengambil keuntungan dari aksi rebound kemarin.
Adapun Indeks Nikkei berakhir membaik atau naik 224,55 poin atau 1,41% menjadi 16.140,34. Sedangkan indeks lainnya seperti Hang Seng turun 303,70 poin atau 1,58% ke level 18.888,75 diikuti kejatuhan Indeks Shanghai dengan pelemahan 187,65 atau mencapai 6,41% ke posisi 2.741,25.
Hal yang sama juga terjadi di Indeks Strait Times yang menyusut 8,82 poin atau 0,34% menjadi 2.611,14. Sektor saham di perdagangan Tanah Air tercatat bergerak variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur, naik 1,38% dan sektor yang melemah terdalam adalah pertanian yang turun 2,14%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,34 triliun dengan 4,22 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp27,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,96 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,94 triliun. Tercatat 129 saham menguat, 140 saham melemah dan 95 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) naik Rp1.200 menjadi Rp6.000, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membaik Rp225 menjadi Rp7.975 serta PT BISI International Tbk. (BISI) menanjak Rp100 menjadi Rp1.460.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp3.700 menjadi Rp61.800, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyusut Rp150 menjadi Rp6.500 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun Rp125 menjadi Rp5.000
Sementara IHSG pagi tadi dibuka menguat 11.75 poin atau 0,26% ke level 4.670,68 dan kemarin tercatat juga ditutup naik tipis 3,67 poin atau 0,08% ke level 4.657,72 seiring dengan mayoritas melemahnya bursa saham Asia.
Seperti dilansir dari Reuters, pasar saham Asia tergelincir hari ini saat harga minyak dunia masih sulit menguat dan cenderung bergerak stabil. Sementara pasar China kembali merosot cukup tajam dan menimbulkan kecemasan volatilitas pasar yang tinggi bakal berpengaruh ke ekonomi global.
"Pemulihan pasar saham AS pada sesi terakhir dipengaruhi harga minyak yang terus berjuang untuk menjaga posisinya agar tidak kembali berada di bawah level USD30 per barel. Aksi Rebound juga terjadi pada pasar Eropa," jelas kepala analis CMC Markets, Michael Hewson.
Indeks saham Inggris FTSE terlihat membaik 1,3% mengikuti jejak bursa Jerman DAX yang juga naik 1,4%, sementara indeks Prancis CAC juga tercatat melonjak 1,5%. Sementara Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,4% ketika saham China amburk lebih dari 6% saat investor mengambil keuntungan dari aksi rebound kemarin.
Adapun Indeks Nikkei berakhir membaik atau naik 224,55 poin atau 1,41% menjadi 16.140,34. Sedangkan indeks lainnya seperti Hang Seng turun 303,70 poin atau 1,58% ke level 18.888,75 diikuti kejatuhan Indeks Shanghai dengan pelemahan 187,65 atau mencapai 6,41% ke posisi 2.741,25.
Hal yang sama juga terjadi di Indeks Strait Times yang menyusut 8,82 poin atau 0,34% menjadi 2.611,14. Sektor saham di perdagangan Tanah Air tercatat bergerak variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur, naik 1,38% dan sektor yang melemah terdalam adalah pertanian yang turun 2,14%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,34 triliun dengan 4,22 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp27,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,96 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,94 triliun. Tercatat 129 saham menguat, 140 saham melemah dan 95 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) naik Rp1.200 menjadi Rp6.000, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membaik Rp225 menjadi Rp7.975 serta PT BISI International Tbk. (BISI) menanjak Rp100 menjadi Rp1.460.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp3.700 menjadi Rp61.800, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyusut Rp150 menjadi Rp6.500 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun Rp125 menjadi Rp5.000
(akr)
Lihat Juga :