Harga Melorot, Jokowi Minta ESDM Borong Minyak untuk Stok
Senin, 29 Februari 2016 - 11:16 WIB
Harga Melorot, Jokowi Minta ESDM Borong Minyak untuk Stok
A
A
A
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat memanfaatkan penurunan harga minyak dunia yang terjadi saat ini, untuk meningkatkan stok dan cadangan minyak nasional dengan membeli minyak sebanyak-banyaknya.
Hal tersebut dikatakannya dalam acara Penandatanganan Kontrak Kegiatan Strategis Tahun Anggaran 2016 Kementerian ESDM Tahap ke-3.
Dia mengatakan, 20-30 tahun ke depan Indonesia dihadapkan pada era persaingan, kompetisi dan perebutan sumber energi dan pangan. Karena itu, mumpung saat ini harga minyak dunia tengah melorot, pemerintah harus memanfaatkannya untuk membangun stok sebanyak-banyaknya.
"Sebab itu mulai sekarang kita harus buat strategi besar, ke depan bagaimana energi kita, pangan kita. Kenapa selalu saya sampaikan, fokus pada pangan dan energi? Karena energi dan pangan akan menjadi rebutan, menjadi persaingan, kompetisi untuk direbutkan negara yang membutuhkan. Alhamdulillah kita punya kekuatan dan potensi untuk itu," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).
Menurutnya, membangun stok dan cadangan minyak di dalam negeri bisa dilakukan dengan memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pertamina (Persero) atau Kementerian ESDM untuk membeli minyak yang banyak.
Sehingga, pada saat harga minyak dunia kembali normal atau bahkan merangkak naik hingga USD100 per barel, stok minyak nasional sudah optimal.
"Terserah stok mau ditaruh di dalam atau luar negeri, tapi pada saat seperti ini kita harus beli. Hingga saatnya nanti normal hingga ke angka USD100 per barel, stok kita sudah punyai. Sehingga bisnis harus dirancang dengan baik, jangan sampai berpikiran, harga semurah ini tidak ada yang beli," tandasnya.
Hadir dalam penandatanganan kontrak tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Jaksa Agung HM Prasetyo dan seluruh jajaran eselon I Kementerian ESDM.
Hal tersebut dikatakannya dalam acara Penandatanganan Kontrak Kegiatan Strategis Tahun Anggaran 2016 Kementerian ESDM Tahap ke-3.
Dia mengatakan, 20-30 tahun ke depan Indonesia dihadapkan pada era persaingan, kompetisi dan perebutan sumber energi dan pangan. Karena itu, mumpung saat ini harga minyak dunia tengah melorot, pemerintah harus memanfaatkannya untuk membangun stok sebanyak-banyaknya.
"Sebab itu mulai sekarang kita harus buat strategi besar, ke depan bagaimana energi kita, pangan kita. Kenapa selalu saya sampaikan, fokus pada pangan dan energi? Karena energi dan pangan akan menjadi rebutan, menjadi persaingan, kompetisi untuk direbutkan negara yang membutuhkan. Alhamdulillah kita punya kekuatan dan potensi untuk itu," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (29/2/2016).
Menurutnya, membangun stok dan cadangan minyak di dalam negeri bisa dilakukan dengan memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pertamina (Persero) atau Kementerian ESDM untuk membeli minyak yang banyak.
Sehingga, pada saat harga minyak dunia kembali normal atau bahkan merangkak naik hingga USD100 per barel, stok minyak nasional sudah optimal.
"Terserah stok mau ditaruh di dalam atau luar negeri, tapi pada saat seperti ini kita harus beli. Hingga saatnya nanti normal hingga ke angka USD100 per barel, stok kita sudah punyai. Sehingga bisnis harus dirancang dengan baik, jangan sampai berpikiran, harga semurah ini tidak ada yang beli," tandasnya.
Hadir dalam penandatanganan kontrak tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Jaksa Agung HM Prasetyo dan seluruh jajaran eselon I Kementerian ESDM.
(izz)
Lihat Juga :