Tertunda 18 Tahun, Investor Blok Masela Bisa Kabur

Senin, 29 Februari 2016 - 22:32 WIB
Tertunda 18 Tahun, Investor...
Tertunda 18 Tahun, Investor Blok Masela Bisa Kabur
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut investasi pengembangan Blok Masela yang merupakan kawasan kilang minyak dan gas (migas) yang terletak di laut Arafura, Maluku tertunda sejak 1998. Sehingga, jika tidak ada kepastian maka investor seperti Inpex Corporation dikhawatirkan bisa kabur.

Ekonom Indef Berly Martawardaya mengatakan, semakin lama pengembangan Blok Masela ditunda akan menimbulkan efek tidak baik karena harga migas saat ini sedang tertekan. Akibatnya, timbul kekhawatiran investor akan beralih dari Lapangan Gas Abadi di laut Arafura tersebut.

"Sudah lama PHP (pemberian harapan palsu) selama 18 tahun sejak 1998. Lama-lama orang capek apalagi kondisi migas lesu, kan investasi enggak hanya di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Senin (29/2/2016).

Diketahui, Inpex mendapatkan hak untuk melakukan kegiatan eksplorasi di Blok Masela melalui penandatanganan kontrak Masela PSC pada 16 November 1998. Sejak saat itu, melalui Inpex Masela Ltd telah melakukan kegiatan eksplorasi hidrokarbon di Blok ini dengan kepemilikan saham 100%.

Menurutnya, selain faktor pengembangan di Blok Masela, juga harus melihat dampaknya ke wilayah sekitar. Jangan sampai tidak ada efek pembangunan. "Jadi yang saya lihat hitung dampaknya. Belum desain pembangunan dan pengembangan wilayah," katanya.

Inpex Coporation sendiri sudah melakukan kontrak sejak 16 November 1998 untuk eksplorasi lapangan dan kemudian 30 Desember 2008 ada persetujuan, sementara PoD 1 dari menteri ESDM di bawah kabinet SBY dan pada 6 Desember 2010 disetujui PoD 1 lapangan Abadi.

Sehingga, kata dia, nantinya tidak sepenuhnya dana investasi dari Inpex diserahkan ke pemerintah daerah (Pemda) setempat. Proses kepastian pengembangan Blok Masela juga sudah tertunda dari tahun lalu.

"Sehingga tidak sepenuhnya dana diserahkan ke Pemda, saya kira masih ada waktu, ini tertunda setahun. Ini berarti bisa didapati dampaknya ke kabupaten Maluku Selatan," pungkasnya.

Adapun untuk pengembangan lapangan gas Abadi ini, Inpex Masela Ltd saat ini sedang melakukan beberapa studi detail yang meliputi penghitungan cadangan (reserve calculation), skenario pengembangan (development scenario) dan studi pemasaran gas (gas marketing study). Diharapkan pengembangan Lapangan Gas Abadi ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
5 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
5 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
6 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
7 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
7 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
7 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved