IHSG Hari Ini Diramal Menguat Terbatas
Rabu, 02 Maret 2016 - 09:04 WIB
IHSG Hari Ini Diramal Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi meramal laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak menguat terbatas.
"Posisi IHSG sendiri mendekat area upper bollinger bands, sehingga diperkirakan IHSG akan menguat terbatas dengan range pergerakan 4.730-4.820," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/3/2016).
Lanjar mengatakan, sentimen selanjutnya datang dari GDP Australia yang di ekspetasi cukup stabil dan indeks harga produksi di Eropa yang menurut survei membaik.
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung mixed namun berhasil ditutup positif 9,03 poin sebesar 0,19% di level 4.779,98 dengan volume yang relatif moderate.
Optimisme investor terhadap pertumbuhan inflasi yang masih terkendali sejak awal perdagangan mampu mendorong pergerakan positif IHSG.
Namun, di tengah perdagangan rilis data pertumbuhan inflasi tidak sesuai ekspetasi di mana pertumbuhan inflasi tahunan Februari lebih tinggi 4,42% dari ekspetasi 4,35% dan indeks kinerja sektor manufaktur berkontraksi lebih rendah 48,7 dari periode sebelumnya 48,9 dengan ekspetasi awal naik 49,1.
"Poin tersebut terlihat seakan menahan laju penguatan IHSG pada saat mayoritas bursa di Asia rebound. Investor asing masih tercatat net buy pada awal bulan ini sebesar Rp226,96 miliar berkat sentimen nilai tukar emerging market yang mayoritas menguat terhadap USD," pungkas dia.
"Posisi IHSG sendiri mendekat area upper bollinger bands, sehingga diperkirakan IHSG akan menguat terbatas dengan range pergerakan 4.730-4.820," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/3/2016).
Lanjar mengatakan, sentimen selanjutnya datang dari GDP Australia yang di ekspetasi cukup stabil dan indeks harga produksi di Eropa yang menurut survei membaik.
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung mixed namun berhasil ditutup positif 9,03 poin sebesar 0,19% di level 4.779,98 dengan volume yang relatif moderate.
Optimisme investor terhadap pertumbuhan inflasi yang masih terkendali sejak awal perdagangan mampu mendorong pergerakan positif IHSG.
Namun, di tengah perdagangan rilis data pertumbuhan inflasi tidak sesuai ekspetasi di mana pertumbuhan inflasi tahunan Februari lebih tinggi 4,42% dari ekspetasi 4,35% dan indeks kinerja sektor manufaktur berkontraksi lebih rendah 48,7 dari periode sebelumnya 48,9 dengan ekspetasi awal naik 49,1.
"Poin tersebut terlihat seakan menahan laju penguatan IHSG pada saat mayoritas bursa di Asia rebound. Investor asing masih tercatat net buy pada awal bulan ini sebesar Rp226,96 miliar berkat sentimen nilai tukar emerging market yang mayoritas menguat terhadap USD," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :