Blok Masela Ricuh, SBY Minta Pemerintah Tak Pecah Kongsi
Kamis, 03 Maret 2016 - 14:36 WIB
Blok Masela Ricuh, SBY Minta Pemerintah Tak Pecah Kongsi
A
A
A
JAKARTA - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut berkomentar terkait kisruh yang terjadi antara dua menteri dalam Kabinet Kerja, yaitu Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said mengenai rencana pengembangan kilang di Blok Masela, Maluku serta perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
(Baca: Blok Masela Ricuh, Rakyat Tanimbar Ancam Gabung Australia)
Kedua menteri ini memang kerap tidak akur dan berbeda pendapat dalam berbagai kesempatan dan kasus. SBY pun meminta agar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pecah kongsi dalam mencari keputusan dan solusi terbaik terkait Blok Masela dan Freeport.
"Solusi yang cess pleng (Freeport dan Blok Masela). Jangan pecah kongsi, harus solusi yang kompak di atas segalanya. Tidak memusingkan rakyat," katanya di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (3/3/2016).
(Baca:RI Diminta Waspada Blok Masela Diintai Australia)
Politisi Partai Demokrat ini memberikan catatan agar konsep yang diambil pemerintah untuk mencari solusi mengenai kedua masalah tersebut harus logis dan transparan. Solusinya tidak boleh disusupi kepentingan macam-macam, kecuali kepentingan negara dan ekonomi di masyarakat sekitar.
"Maka, kalau itu (tidak ada kepentingan) tidak akan ada masalah apapun. Tidak mudah mencari format offshore dan onshore serta perpanjangan Freeport. Tapi policy dengan arah dan kebijakan tanpa ada benturan kiri dan kanan. Kita berikan ruang luas," tandasnya.
Baca Juga:
SKK Migas: Ribut Soal Blok Masela Menyiksa Rakyat Maluku
SKK Migas Ungkap Dampak Jika Blok Masela Pakai Skema Darat
RI Diklaim Untung Rp117 T, Jika Blok Masela Pakai LNG Terapung
(Baca: Blok Masela Ricuh, Rakyat Tanimbar Ancam Gabung Australia)
Kedua menteri ini memang kerap tidak akur dan berbeda pendapat dalam berbagai kesempatan dan kasus. SBY pun meminta agar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pecah kongsi dalam mencari keputusan dan solusi terbaik terkait Blok Masela dan Freeport.
"Solusi yang cess pleng (Freeport dan Blok Masela). Jangan pecah kongsi, harus solusi yang kompak di atas segalanya. Tidak memusingkan rakyat," katanya di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (3/3/2016).
(Baca:RI Diminta Waspada Blok Masela Diintai Australia)
Politisi Partai Demokrat ini memberikan catatan agar konsep yang diambil pemerintah untuk mencari solusi mengenai kedua masalah tersebut harus logis dan transparan. Solusinya tidak boleh disusupi kepentingan macam-macam, kecuali kepentingan negara dan ekonomi di masyarakat sekitar.
"Maka, kalau itu (tidak ada kepentingan) tidak akan ada masalah apapun. Tidak mudah mencari format offshore dan onshore serta perpanjangan Freeport. Tapi policy dengan arah dan kebijakan tanpa ada benturan kiri dan kanan. Kita berikan ruang luas," tandasnya.
Baca Juga:
SKK Migas: Ribut Soal Blok Masela Menyiksa Rakyat Maluku
SKK Migas Ungkap Dampak Jika Blok Masela Pakai Skema Darat
RI Diklaim Untung Rp117 T, Jika Blok Masela Pakai LNG Terapung
(izz)
Lihat Juga :