IHSG Diperkirakan Tertahan Cenderung Melemah
Senin, 07 Maret 2016 - 07:56 WIB
IHSG Diperkirakan Tertahan Cenderung Melemah
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak tertahan, cenderung melemah.
"Secara teknikal IHSG membentuk pola 2 star in the north dari candlestick pattern dengan potensi koreksi yang cukup besar dengan range pergerakan 4.780-4.900," ujarnya di Jakarta, Senin (7/3/2016).
Investor juga menunggu arahan kebijakan moneter bulan ini. Di mana ECB dijadwalkan mengumumkan keputusannya pada 10 Maret dan The Fed pada 16 Maret.
Sementara, IHSG bergerak cenderung melemah sepanjang perdagangan. Namun, berhasil ditutup menguat tipis pasca pre clossing 6,84 poin sebesar 0,14% di level 4.850,88 dengan volume yang cukup tinggi.
Ramainya aksi profit taking investor domestik melihat penguatan IHSG cukup signifikan. Investor asing justru terlihat kembali net buy sebesar Rp306,86 miliar seiring penguatan rupiah yang menguat kelevel tertinggi sembilan bulan terakhir.
"Sehingga, total capital inflow pada pekan ini sebesar Rp2,26 triliun. Cukup besar dan awal yang cukup baik pada bulan ini," pungkasnya.
"Secara teknikal IHSG membentuk pola 2 star in the north dari candlestick pattern dengan potensi koreksi yang cukup besar dengan range pergerakan 4.780-4.900," ujarnya di Jakarta, Senin (7/3/2016).
Investor juga menunggu arahan kebijakan moneter bulan ini. Di mana ECB dijadwalkan mengumumkan keputusannya pada 10 Maret dan The Fed pada 16 Maret.
Sementara, IHSG bergerak cenderung melemah sepanjang perdagangan. Namun, berhasil ditutup menguat tipis pasca pre clossing 6,84 poin sebesar 0,14% di level 4.850,88 dengan volume yang cukup tinggi.
Ramainya aksi profit taking investor domestik melihat penguatan IHSG cukup signifikan. Investor asing justru terlihat kembali net buy sebesar Rp306,86 miliar seiring penguatan rupiah yang menguat kelevel tertinggi sembilan bulan terakhir.
"Sehingga, total capital inflow pada pekan ini sebesar Rp2,26 triliun. Cukup besar dan awal yang cukup baik pada bulan ini," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :