Rizal Ramli Prediksi Pembangunan Tol Bandung Butuh Rp3,56 Triliun
Senin, 07 Maret 2016 - 19:07 WIB
Rizal Ramli Prediksi Pembangunan Tol Bandung Butuh Rp3,56 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman saat ini tengah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk merealisasikan pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), yang mangkrak sejak 2011. Pembangunan jalan tol yang melintasi sejumlah pusat kota di Bandung Raya ini diperkirakan akan merogoh dana hingga Rp3,56 triliun.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, selama ini kendala terbesar pembangunan tol tersebut adalah pembebasan lahan milik 13 kementerian dan lembaga (K/L). Namun dia memastikan saat ini ke-13 K/L tersebut telah bersepakat untuk menyerahkan aset milik mereka untuk pembangunan jalan tol tersebut.
"Kalau luar kota gampang (pembebasan lahan). Kalau dalam kota yang paling ribet soal pembebasan tanah. Biaya pembangunannya sekitar Rp3,56 triliun," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/3/2016).
(Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Tolong Rizal Ramli Bebaskan Lahan Tol Bandung)
Mantan Menko bidang Perekonomian ini menuturkan, Pemkab Bandung sejak 2011 telah meraih pinjaman untuk pembangunan jalan tol tersebut dari Japan International Corporation Agency (JICA) sebesar USD150 juta. Karena telah berlalu selama lima tahun, lanjut dia maka pinjaman tersebut akan kembali dinegosiasikan menyesuaikan harga saat ini.
"Loan (dari JICA) akan dinegosiasikan detailnya. 2011 loan disepakati USD150 juta dari JICA. Dengan harga sekarang mungkin ada adjustment. Itu yang harus dinegosiasikan dengan JICA," imbuh dia.
Pria yang terkenal dengan jurus Rajawali Kepret ini menambahkan, jika terealisasi nantinya jalan tol tersebut akan bisa dilalui 45.000 kendaraan setiap harinya. "Ini akan mampu nanti, lalu lintasnya 45.000 kendaraan per hari. Akan membantu kemacetan di kota Bandung," pungkasnya.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, selama ini kendala terbesar pembangunan tol tersebut adalah pembebasan lahan milik 13 kementerian dan lembaga (K/L). Namun dia memastikan saat ini ke-13 K/L tersebut telah bersepakat untuk menyerahkan aset milik mereka untuk pembangunan jalan tol tersebut.
"Kalau luar kota gampang (pembebasan lahan). Kalau dalam kota yang paling ribet soal pembebasan tanah. Biaya pembangunannya sekitar Rp3,56 triliun," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (7/3/2016).
(Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Tolong Rizal Ramli Bebaskan Lahan Tol Bandung)
Mantan Menko bidang Perekonomian ini menuturkan, Pemkab Bandung sejak 2011 telah meraih pinjaman untuk pembangunan jalan tol tersebut dari Japan International Corporation Agency (JICA) sebesar USD150 juta. Karena telah berlalu selama lima tahun, lanjut dia maka pinjaman tersebut akan kembali dinegosiasikan menyesuaikan harga saat ini.
"Loan (dari JICA) akan dinegosiasikan detailnya. 2011 loan disepakati USD150 juta dari JICA. Dengan harga sekarang mungkin ada adjustment. Itu yang harus dinegosiasikan dengan JICA," imbuh dia.
Pria yang terkenal dengan jurus Rajawali Kepret ini menambahkan, jika terealisasi nantinya jalan tol tersebut akan bisa dilalui 45.000 kendaraan setiap harinya. "Ini akan mampu nanti, lalu lintasnya 45.000 kendaraan per hari. Akan membantu kemacetan di kota Bandung," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :