Tak Adil Bandingkan Harga BBM RI dan Negara Tetangga

Rabu, 09 Maret 2016 - 23:17 WIB
Tak Adil Bandingkan...
Tak Adil Bandingkan Harga BBM RI dan Negara Tetangga
A A A
JAKARTA - Membandingkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia menurut Anggota Komisi VII DPR Kurtubi dinilai tidak adil. Alasannya lantaran kondisi geografis RI yang lebih besar, meski begitu dia menekankan saat ini menjadi momen yang tepat untuk menurunkan harga BBM di tengah kejatuhan harga minyak mentah dunia.

"Tidak pas jika beberapa kalangan membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara tetangga, semisal Singapura dan Malaysia. Dilihat dari kondisi geografis dan luas wilayah saja, Indonesia jauh lebih besar dan luas dibandingkan negara tetangga," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/3/2016).

(Baca Juga: Faisal Basri Sebut Harga BBM Tidak Masuk Akal)

Dia menambahkan dengan kondisi demikian, tentu saja biaya angkut di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan negara tetangga. “Tidak aple to aple membandingkan Indonesia dengan negara tetangga. Indonesia sangat luas dan terdiri atas ribuan pulau. Tentu ongkos membawa BBM ke berbagai wilayah sangat mahal. Perlu pesawat untuk mengangkut BBM, sedangkan Singapura misalnya, sangat murah karena cukup mempergunakan truk,” lanjutnya.

Sementara itu dari sisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara melihat, SPBU asing yang saat ini menjual BBM lebih mahal ketimbang Pertamina. Untuk itu, seharusnya pemerintah melalui BPH Migas menjalankan fungsi regulator untuk bisa mengatur SPBU asing tersebut agar menurunkan harga. “Minimal mempertanyakan, mengapa Shell dan Total tidak mau menurunkan harga,” kata Marwan.

(Baca Juga: Premium RI Lebih Mahal dari Pertamax Malaysia, Faisal Basri Heran)

Harga BBM di SPBU asing, menurutnya saat ini memang lebih mahal. Shell misalnya, menjual jenis V-Power Rp9.100 per liter. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Pertamax 95 keluaran Pertamina, yakni Rp8.850 per liter. (Baca Juga: Lebih Mahal dari Malaysia, Harga BBM RI Tak Wajar)

Lanjut dia merujuk pada formula yang sudah ditetapkan, harga jual Shell memang jauh lebih tinggi. Dengan mengacu langsung pada Means of Platt Singapore (MOPS) plus biaya distribusi 2%, plus margin SPBU. Harga Shell jenis Super, misalnya, harusnya dijual hanya Rp7.000 per liter, karena hanya dijual di Jakarta.

Untuk itu dia juga mengimbau masyarakat agar lebih jeli. Kalau harga sudah mahal sebaiknya tidak usah dibeli, karena secara kualitas sebenarnya produk Pertamina juga lebih baik. “Kalau perlu diumumkan di publik, bahwa BBM SPBU asing tersebut sudah sangat mahal, jangan dibeli. Sebaiknya masyarakat beralih ke produk yang dijual oleh perusahaan negara, yang 100% milik rakyat,” tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved