IHSG Diproyeksi Masih Akan Bergerak Tertekan
Kamis, 10 Maret 2016 - 08:20 WIB
IHSG Diproyeksi Masih Akan Bergerak Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak tertekan dengan range pergerakan 4.735-4.805.
"Bila dilihat dari analisa teknikal. Pergerakan IHSG sesuai perkiraan menutup gap yang terbentuk pada level 4.781 dengan break out support MA7," ujarnya di Jakarta, Kamis (10/3/2016).
Indikator stochastic, kata dia, juga terus terlihat tertekan aksi jual dengan momentum RSI yang bearish hingga di bawah rata-rata momentum 15 harinya. IHSG masih berpeluang menguji support MA25 hingga bullish trend jangka menengah dikarenakan signal reversal masih belum terlihat.
Lanjar mengatakan, sentimen sebelumnya tidak begitu ramai, sementara sentimen pada hari ini di antaranya indeks harga barang produksi dan tingkat inflasi di China, neraca perdagangan dan aktivitas ekspor di Jerman dengan ekspetasi cukup baik.
Terakhir, lanjut dia, hasil pertemuan ECB mengenai kebijakan moneter yang menurut survei ECB akan memotong bunga deposito hingga 10 basis poin. Sementara, IHSG dua hari lalu ditutup tertekan sejak awal sesi minus 20,53 poin atau 0,43% di level 4.811 dengan volume yang relatif moderate.
Hanya sektor pertambangan yang menguat hingga 1,3% setelah beberapa harga komoditas melonjak seperti timah, gold dan nikel. Meskipun demikian rata-rata saham melemah didorong kekhawatiran atas data ekonomi di China dan Jepang.
"Menjelang libur bursa kemarin investor asing terlihat berhati-hati dalam melakukan aksi beli di mana tercatat net buy hanya sebesar Rp43,95 miliar," pungkasnya.
"Bila dilihat dari analisa teknikal. Pergerakan IHSG sesuai perkiraan menutup gap yang terbentuk pada level 4.781 dengan break out support MA7," ujarnya di Jakarta, Kamis (10/3/2016).
Indikator stochastic, kata dia, juga terus terlihat tertekan aksi jual dengan momentum RSI yang bearish hingga di bawah rata-rata momentum 15 harinya. IHSG masih berpeluang menguji support MA25 hingga bullish trend jangka menengah dikarenakan signal reversal masih belum terlihat.
Lanjar mengatakan, sentimen sebelumnya tidak begitu ramai, sementara sentimen pada hari ini di antaranya indeks harga barang produksi dan tingkat inflasi di China, neraca perdagangan dan aktivitas ekspor di Jerman dengan ekspetasi cukup baik.
Terakhir, lanjut dia, hasil pertemuan ECB mengenai kebijakan moneter yang menurut survei ECB akan memotong bunga deposito hingga 10 basis poin. Sementara, IHSG dua hari lalu ditutup tertekan sejak awal sesi minus 20,53 poin atau 0,43% di level 4.811 dengan volume yang relatif moderate.
Hanya sektor pertambangan yang menguat hingga 1,3% setelah beberapa harga komoditas melonjak seperti timah, gold dan nikel. Meskipun demikian rata-rata saham melemah didorong kekhawatiran atas data ekonomi di China dan Jepang.
"Menjelang libur bursa kemarin investor asing terlihat berhati-hati dalam melakukan aksi beli di mana tercatat net buy hanya sebesar Rp43,95 miliar," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :