Ini Penyebab Nilai Jual Tenaga Kerja RI Rendah

Jum'at, 11 Maret 2016 - 11:57 WIB
Ini Penyebab Nilai Jual...
Ini Penyebab Nilai Jual Tenaga Kerja RI Rendah
A A A
JAKARTA - Minimnya kemampuan bahasa asing terutama bahasa Inggris membuat nilai jual tenaga kerja Indonesia rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Pernyataan ini disampaikan oleh CEO Wardour and Oxford, Wempy Dyocta Koto dan menurutnya komunikasi interpersonal tenaga kerja di Indonesia masih labil.

(Baca Juga: Wantimpres Akui Daya Saing SDM RI di Pasar Global Rendah)

Dia menambahkan yang menjadi keprihatinan adalah rendahnya kemampuan berbahasa Inggris. Lanjut dia, kompetensi keahlian profesi dibutuhkan dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini. Menurutnya tenaga-tenaga kerja asing dari negara ASEAN lainnya telah dibekali dengan sertifikasi profesi yang menjamin kemampuan profesional mereka.

“Nilai jual tenaga kerja Indonesia akan jauh lebih rendah, jika mereka tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/3/2016).

Lanjut dia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia berada di urutan ke-34. Sedangkan, Malaysia tembus di urutan ke-9. Selain keterampilan manajerial, diterangkan kemampuan interpersonal dan kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris tenaga kerja Indonesia juga tidak jauh lebih baik.

Padahal kemampuan ini dinilai penting sebagai bahasa komunikasi bisnis Internasional. "Selain itu, kemampuan berbahasa Inggris ini dinilai mampu meningkatkan daya saing Indonesia di era MEA. Pemerintah perlu menggalakkan berbagai program belajar bahasa Inggris cepat, efektif dan efisien," pungkasnya.

Sebagai informasi Wardour and Oxford adalah sebuah konsultan pengembangan bisnis yang membantu para pengusaha dan perusahaan-perusahaan Fortune 1000 di Amerika dalam meluncurkan bisnis, merek dan produk mereka secara internasional. Sebagai sebuah lembaga pengembangan bisnis global, mereka telah bekerja sama dengan pengusaha dan perusahaan besar di seluruh dunia termasuk Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
8 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
8 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
8 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
8 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
9 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Penyebab Taktik...
Ini Penyebab Taktik Perang AS Gagal dalam Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved