IHSG Diperkirakan Variatif Cenderung Menguat Terbatas
Selasa, 15 Maret 2016 - 08:14 WIB
IHSG Diperkirakan Variatif Cenderung Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Analis First Asia Capital David Sutyanto memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak variatif cenderung menguat terbatas.
menurutnya, pasar hari ini akan digerakkan dengan sentimen positif dari rilis neraca perdagagan Indonesia Februari yang diperkirakan surplus USD1 miliar atau naik dari bulan sebelumnya yang hanya USD50 juta.
Selain itu, sejumlah isu individual terkait pencapaian rilis laba 2015 dan rencana pembagian dividen juga akan mewarnai sentimen pasar. "IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.850 dan resisten di level 4.900 cenderung menguat terbatas," katanya di Jakarta, Selasa (15/3/2016).
Sementara Wall Street tadi malam bergerak bervariasi dan tutup terbatas. Indeka Dow Jones Industrial Average ditutup naik 15,82 poin atau 0,09% ke level 17.229,13, Indeks S&P 500 kehilangan 2,55 poin atau 0,13% ke level 2.019,64 dan Nasdaq Composite bertambah 1,81 poin atau 0,04% ke posisi 4.750,28.
Dia menjelaskan, IHSG pada perdagangan kemarin melanjutkan tren bullish menyusul kondusifnya pasar saham global dan kawasan serta tren penguatan rupiah atas USD. IHSG berhasil tutup menguat 63,752 poin (1,32%) di 4.877,531 dan merupakan posisi penutupan tertinggi IHSG sejak perdagangan 6 Juli 2015.
Penguatan IHSG kemarin terutama ditopang aksi beli atas saham sektor infrastruktur, konsumsi, aneka industri, properti dan tambang. Dari ekternal, sentimen ditopang pergerakan positif pasar saham emerging market kawasan Asia setelah otoritas China kembali menegaskan dukungan kebijakan stimulus lanjutan setelah data produksi industri China periode Januari-Februari 2016 hanya tumbuh 5,4% (yoy) di bawah estimasi 5,6%.
Sebelumnya, kebijakan ECB pekan lalu menurunkan bunga acuan menjadi 0% dari sebelumnya 0,05% dan penambahan alokasi stimulus untuk program bond-buying hingga 80 miliar euros telah memicu aksi beli atas aset beresiko. "Dari domestik, sentimen positif dipicu penguatan rupiah atas USD yang kemarin berada di Rp13.020," tandasnya.
menurutnya, pasar hari ini akan digerakkan dengan sentimen positif dari rilis neraca perdagagan Indonesia Februari yang diperkirakan surplus USD1 miliar atau naik dari bulan sebelumnya yang hanya USD50 juta.
Selain itu, sejumlah isu individual terkait pencapaian rilis laba 2015 dan rencana pembagian dividen juga akan mewarnai sentimen pasar. "IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.850 dan resisten di level 4.900 cenderung menguat terbatas," katanya di Jakarta, Selasa (15/3/2016).
Sementara Wall Street tadi malam bergerak bervariasi dan tutup terbatas. Indeka Dow Jones Industrial Average ditutup naik 15,82 poin atau 0,09% ke level 17.229,13, Indeks S&P 500 kehilangan 2,55 poin atau 0,13% ke level 2.019,64 dan Nasdaq Composite bertambah 1,81 poin atau 0,04% ke posisi 4.750,28.
Dia menjelaskan, IHSG pada perdagangan kemarin melanjutkan tren bullish menyusul kondusifnya pasar saham global dan kawasan serta tren penguatan rupiah atas USD. IHSG berhasil tutup menguat 63,752 poin (1,32%) di 4.877,531 dan merupakan posisi penutupan tertinggi IHSG sejak perdagangan 6 Juli 2015.
Penguatan IHSG kemarin terutama ditopang aksi beli atas saham sektor infrastruktur, konsumsi, aneka industri, properti dan tambang. Dari ekternal, sentimen ditopang pergerakan positif pasar saham emerging market kawasan Asia setelah otoritas China kembali menegaskan dukungan kebijakan stimulus lanjutan setelah data produksi industri China periode Januari-Februari 2016 hanya tumbuh 5,4% (yoy) di bawah estimasi 5,6%.
Sebelumnya, kebijakan ECB pekan lalu menurunkan bunga acuan menjadi 0% dari sebelumnya 0,05% dan penambahan alokasi stimulus untuk program bond-buying hingga 80 miliar euros telah memicu aksi beli atas aset beresiko. "Dari domestik, sentimen positif dipicu penguatan rupiah atas USD yang kemarin berada di Rp13.020," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :