Rupiah Makin Terpuruk, IHSG Siang Ini Masih Tiarap
Rabu, 16 Maret 2016 - 12:32 WIB
Rupiah Makin Terpuruk, IHSG Siang Ini Masih Tiarap
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I hari ini tidak kuat untuk bengkit, bahkan semakin terpuruk sejak pembukaan tadi pagi. Pelemahan rupiah siang ini seiring laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belum beranjak dari zona merah.
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini berada di level Rp13.230/USD dengan kisaran harian Rp13.150-Rp13.260/USD. Posisi tersebut semkain melemah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.180/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini tercatat ada pada posisi Rp13.252/USD. Posisi tersebut juga tercatat terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di level Rp13.164/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.225/USD, atau masih tercatat tidak berdaya dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.185/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.169/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.087/USD.
Sementara, IHSG sesi I masih betah nongkrong di di zona merah sejak pembukaan tadi pagi. IHSG siang ini melemah 6,19 poin atau 0,13% ke level 4.843,59. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air turun tipis hanya 1,30 poin atau 0,03% ke level 4.848,48. Dan pada perdagangan kemarin ditutup berkurang 27,75 poin atau 0,56% ke level 4.849,78.
Sektor saham dalam negeri pada siang hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 0,97%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang turun 0,63%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,54 triliun dengan 2,64 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp295,72 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,05 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp757,22 miliar. Tercatat 169 saham menguat, 102 melemah dan 102 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini berada di level Rp13.230/USD dengan kisaran harian Rp13.150-Rp13.260/USD. Posisi tersebut semkain melemah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.180/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini tercatat ada pada posisi Rp13.252/USD. Posisi tersebut juga tercatat terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di level Rp13.164/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.225/USD, atau masih tercatat tidak berdaya dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.185/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.169/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.087/USD.
Sementara, IHSG sesi I masih betah nongkrong di di zona merah sejak pembukaan tadi pagi. IHSG siang ini melemah 6,19 poin atau 0,13% ke level 4.843,59. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air turun tipis hanya 1,30 poin atau 0,03% ke level 4.848,48. Dan pada perdagangan kemarin ditutup berkurang 27,75 poin atau 0,56% ke level 4.849,78.
Sektor saham dalam negeri pada siang hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 0,97%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang turun 0,63%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,54 triliun dengan 2,64 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp295,72 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,05 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp757,22 miliar. Tercatat 169 saham menguat, 102 melemah dan 102 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
(izz)
Lihat Juga :