Selain Vietnam, RI Diminta Waspadai Kekuatan Ekonomi Myanmar

Kamis, 17 Maret 2016 - 14:49 WIB
Selain Vietnam, RI Diminta...
Selain Vietnam, RI Diminta Waspadai Kekuatan Ekonomi Myanmar
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperingatkan Indonesia agar mewaspadai kekuatan ekonomi Myanmar di ASEAN, terutama dalam kaitannya dengan menarik investasi masuk ke negaranya. Selama ini, pemerintah hanya mengkhawatirkan Vietnam yang menjadi pesaing terberat Indonesia di level‎ ASEAN.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Antonius Joenoes Supit‎ mengatakan, secara potensi Indonesia memiliki pasar besar yang mampu menjadi daya tarik untuk meningkatkan arus modal yang masuk ke Tanah Air. Apalagi, terdapat potensi investasi yang hijrah dari China sekitar USD300 miliar dan mencari negara investasi baru.

"‎Ada USD300 miliar potensial ekspor (dari China) yang harus keluar. Artinya bukan dikeluarkan oleh China. Karena China pun ingin pertahankan, tetapi karena karakteristik dan competitiveness di sana lantas harus keluar, sehingga tentu mencari daerah investasi baru," katanya di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Selain Vietnam, sambung Antonius, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang dipertimbangkan untuk daerah investasi baru. Namun, Indonesia juga harus mengamati pergerakan Myanmar yang mulai melakukan reformasi terhadap ekonomi negaranya.

"‎Yang harus kita amati adalah Myanmar. Setelah partainya Aung San Su Kyi menang, dan memang dia tidak menjadi presiden tapi peranananya tetap besar, di sana mulai melakukan reformasi," imbuh dia.

Sebelumnya, kata Antonius, perusahaan atau warga negara asing (WNA) di Myanmar tidak diperbolehkan memiliki apartemen. Namun kini, asing sudah diperbolehkan dengan sistem sewa. Meskipun baru hanya diperbolehkan untuk sistem sewa, namun tidak menutup kemungkinan ke depannya mereka akan mengizinkan properti dimiliki WNA.

‎"Saya yakin sebentar lagi dia (Myanmar) akan ubah. Kalau itu yang dilakukan, reformasi secara tegas ini pasti akan ada pengaruh," tuturnya.

Menurutnya, bagi investor yang terpenting adalah mencari negara yang aman dan memiliki posisi tawar (bargaining position) yang tinggi untuk menanamkan investasinya. Mereka juga melihat kawasan ASEAN menjadi satu market.

"Tapi over all, dilihat bahwa pada akhirnya investasi di Vietnam atau Myanmar, ataupun di Indonesia lebih menguntungkan, maka dia akan datang kesitu‎," tandas Antonius.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
14 menit yang lalu
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
42 menit yang lalu
Danantara Mulai Merger...
Danantara Mulai Merger BUMN Sekuritas, Mandiri hingga BNI Sekuritas Dilebur
50 menit yang lalu
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
2 jam yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
Merdeka Pak Jokowi!...
Merdeka Pak Jokowi! Ini Saran Pelaku Usaha untuk Ekonomi RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved