Sinar Mas Siapkan Investasi USD20 Juta Cegah Karlahut

Jum'at, 18 Maret 2016 - 16:15 WIB
Sinar Mas Siapkan Investasi...
Sinar Mas Siapkan Investasi USD20 Juta Cegah Karlahut
A A A
JAKARTA - Anak usaha Sinar Mas, Asia Pulp & Paper (APP) menyiapkan investasi sebesar USD20 juta untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Perusahaan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) tahun ini.

"Tahun ini kami menginvestasikan dana sebesar USD20 juta untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran," kata Direktur Sinar Mas Forestry Elim Sritaba dalam rilisnya, Jumat (18/3/2016).

Dia menjelaskan, selain meluncurkan program berbasis peningkatan ekonomi daerah melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), peningkatan skill regu pemadam kebakaran, modernisasi peralatan pemadaman, sekaligus mengembangkan sistem pemadaman terintegrasi, APP juga menggunakan teknologi geothermal yang baru pertama kali digunakan di Indonesia untuk deteksi dini titik api.

"Target 2016 ini kami sudah siap menghadapi kemarau, dalam kondisi ekstrem sekalipun, seperti bencana el nino tahun lalu," katanya.

Sementara, General Manager Fire Management APP-Sinar Mas Sujica Lusaka mengatakan, ide menggunakan teknologi geothermal muncul setelah melihat kondisi tahun sebelumnya. Di mana, upaya deteksi dini api belum berlangsung optimal. "Sebelumnya kami masih menggunakan data hotspot dari beberapa website yang kemudian kami overlay dengan peta lokasi," ujarnya.

Pemantauan melalui tower api dirasakan belum optimal, karena titik api kerap terlihat saat membesar dan timbul asap. Dalam kondisi asap yang pekat, bahkan pemadaman dari udarapun sukar dilakukan dengan tepat akibat jarak pandang yang terbatas.

Teknologi thermal yang telah digunakan di Australia, Kanada, serta Afrika Selatan ini dengan kemampuannya menangkap perbedaan suhu di muka tanah, mampu mendeteksi titik api di lahan gambut yang kerap tidak terlihat secara kasat mata.

"Prinsip kerjanya mendeteksi suhu di permukaan, titik api akan terdeteksi jika pada area tertentu terdeteksi suhu panas yang berbeda (ekstrem)," jelas Sujica.

Thermal camera yang dibawa mengudara menggunakan pesawat Cessna 206H Stationair ini, akan bermarkas di Jambi. Pertimbangannya, rute perjalanan harian untuk memantau wilayah Jambi-Riau-Jambi-Sumatera Selatan hanya akan memakan waktu sekitar dua jam.

"Begitu panas terdeteksi, maka sistem akan mengirimkan data serta mengoverlay ke dalam peta konsesi, di mana lokasi titik api akan langsung terlihat. Keseluruhan waktu yang dibutuhkan mulai dari informasi ini awal hingga posisi api, akan sampai kepada tim forest fire kamimaksimal 50 menit," tuturnya.

Pesawat yang diawaki seorang pilot, didampingi operator ini akan terbang harian sesuai kondisi region yang dimonitor berpedoman pada fire danger rating system (FDRS). Apabila FDRS menunjukan warna kuning atau merah maka frekuensi patroli di daerah tersebut akan di tingkatkan menjadi 2-3 kali lipat.

Dalam pengoperasiannya, kata dia, tidak menutup kemungkinan, sistem ini akan mendeteksi titik api yang berasal dari luar konsesi APP. Hal ini akan dinformasikan ke pemerintah daerah dan BPBD terkait.

Sementara pihak pengembang teknologi geothermal ini, Paul M Dare selaku CEO Aeroscientific yang berbasis di Australia mengungkapkan, APP-Sinar Mas merupakan perusahaan swasta pertama di dunia yang memanfaatkan teknologi geothermal dalam deteksi dini titik api.

"Sistem ini terbilang baru dikembangkan, serta menggunakan teknogi terkini. Kami percaya sistem ini yang terbaik saat ini," ungkap Paul.

Teknologi geothermal camera ini akan siap beroperasi penuh pada akhir Maret tahun ini, setelah izin terbang diperoleh.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BJB Syariah Pimpin Sindikasi...
BJB Syariah Pimpin Sindikasi Rp3 Triliun untuk Grup Usaha Sinarmas Paper
Kolaborasi BPD Salurkan...
Kolaborasi BPD Salurkan Kredit ke Indah Kiat Pulp and Paper
APP Group dan Tzu Chi...
APP Group dan Tzu Chi APP Thamrin Bagikan Takjil dengan Kemasan Ramah Lingkungan
APP Group dan Jumpstart...
APP Group dan Jumpstart Kolaborasi Kurangi Sampah Plastik
APP Group Konsisten...
APP Group Konsisten Ciptakan Tempat Kerja Inklusif Berkelanjutan
Sudah Hadir di App Store...
Sudah Hadir di App Store dan Play Store, Yuk Download Buddyku!
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
1 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
2 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
3 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
4 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
5 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved