IHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi

Senin, 21 Maret 2016 - 08:52 WIB
IHSG Diproyeksi Masih...
IHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi
A A A
JAKARTA - Analis First Asia Capital David Sutyanto memproyeksikan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak variatif masih rawan akan terkoreksi. Hal ini diakibatkan aksi ambil untung jangka pendek.

Dia menuturkan, sentimen pasar akan digerakan dengan sejumlah isu individual seperti rilis kinerja keuangan 2015 emiten yang banyak dirilis menjelang akhir Maret. Sehingga, hal tersebut bisa saja memengaruhi pergerakan IHSG.

"IHSG akan bergerak pada kisaran support 4.860 dan resisten di level 4.910, rawan koreksi," kata David di Jakarta, Senin (21/3/2016).

Menurutnya, pasaca penurunan BI rate sebesar 25 bp menjadi 6,75%, IHSG bergerak bervaiasi pada perdagangan akhir pekan lalu dan tutup stagnan di level 4.885,70 setelah sempat menguat menembus level 4.900 di sesi pertama.

Pelaku pasar terutama pemodal lokal melakukan aksi ambil untung atas saham-saham di sektor pertambangan setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Di sisi lain arus dana asing terus membanjiri pasar saham, tercermin dari pembelian bersih asing hingga Rp747 miliar di tengah nilai transaksi di Pasar Reguler yang mencapai Rp7,1 triliun.

Sentimen positif pasar akhir pekan lalu turut ditopang putusan The Fed yang menahan tingkat bunganya di 0,5% dan menurunkan proyeksi kenaikan tingkat bunga FFR tahun ini menjadi dua kali dari rencana sebelumnya empat kali. Indeks MSCI Emerging Market akhir pekan lalu naik 1,2% merespon kebijakan The Fed tersebut.

Selama sepekan, IHSG berhasil rebound 1,5% setelah pekan sebelumnya koreksi 0,76%. Pasar digerakkan oleh derasnya arus dana asing yang masuk seiring kebijakan dana murah (easy money) yang dipilih banyak negara saat ini untuk menahan perlambatan ekonomi global. Pembelian bersih asing sepekan kemarin mencapai Rp875,81 miliar.

Selain IHSG, rupiah pekan lalu kembali menguat 0,3% di Rp13.048/USD. Sepanjang tahun ini rupiah telah menguat 5,4% (YTD). Penguatan IHSG pekan kemarin terutama ditopang penguatan sejumlah saham unggulan seperti TLKM, ASII, BBCA dan sejumlah saham lapis dua yang bergerak di properti. Selain itu juga ditopang saham sektor energi dan logam seiring tren penguatan harga komoditasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Bertaji,...
IHSG Diprediksi Bertaji, Pantau 6 Saham Ini
Berita Terkini
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
20 menit yang lalu
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
56 menit yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
1 jam yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
1 jam yang lalu
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
1 jam yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
1 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved