IHSG Awal Pekan Berakhir Memerah Saat Bursa Asia Tergelincir
Senin, 21 Maret 2016 - 16:56 WIB
IHSG Awal Pekan Berakhir Memerah Saat Bursa Asia Tergelincir
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di awal pekan berakhir memerah saat bursa Asia tergelincir setelah tiga pekan beruntun sukses menjaga tren penguatan. IHSG sore ditutup melemah 0,54 poin atau 0,01% ke level 4.885,16
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air juga merosot atau turun 11,21 poin atau 0,23% ke level 4.874,50 seiring variatifnya bursa saham Asia. Dan pada sesi I IHSG masih sulit membaik dan bertahan di zona merah dengan penyusutan sebesar 11,62 poin atau 0,24% ke level 4.874,08.
Sementara pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat tipis 0,02 poin atau 0,00% ke level 4.885,71. Seperti dilansir Reuters, Senin (21/3/2016) pasar saham Asia hari ini cenderung bergerak variatif dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah dunia untuk membuat para investor waspada. Harapan China untuk dapat segera mengurangi suku bunga untuk memperkuat yuan juga mempengaruhi.
Sejalan dengan bursa Asia yang bergerak hati-hati, pasar saham Eropa juga mengalami pelemahan meski tidak terlalu besar. MSCI indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat turun 0,2%. Adapun Indeks Jepang Nikkei N225 ditutup melemah 211,57 poin atau 1,25% ke level 16.724,81 diikuti indeks Straits Times yang juga menyusut 26,11 poin atau 0,90% ke level 2.880,69.
Sedangkan beberapa pasar saham seperti indeks Hang Seng justru menguat 12,52 poin atau 0,06% menjadi 20.684,15. Hal serupa juga terjadi pada indeks Shanghai yang melonjak 63,65 poin atau 2,15% ke level 3.018,80. Sektor saham Tanah Air pada hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam yakni industri dasar turun 0,86% dan sektor dengan penguatan tertinggi adalah Infrastruktur yang naik 0.94%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,50 triliun dengan 6,26 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp368,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,3 triliun dan aksi beli Rp3,6 triliun. Tercatat 154 saham menguat, 173 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp775 menjadi Rp4.975, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menguat Rp50 menjadi Rp2.655 dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. (AMAG) naik Rp46 menjadi Rp360.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) melemah Rp500 menjadi Rp7.500, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyusut Rp500 menjadi Rp10.500 dan PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) melemah Rp350 menjadi Rp6.350.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air juga merosot atau turun 11,21 poin atau 0,23% ke level 4.874,50 seiring variatifnya bursa saham Asia. Dan pada sesi I IHSG masih sulit membaik dan bertahan di zona merah dengan penyusutan sebesar 11,62 poin atau 0,24% ke level 4.874,08.
Sementara pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat tipis 0,02 poin atau 0,00% ke level 4.885,71. Seperti dilansir Reuters, Senin (21/3/2016) pasar saham Asia hari ini cenderung bergerak variatif dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah dunia untuk membuat para investor waspada. Harapan China untuk dapat segera mengurangi suku bunga untuk memperkuat yuan juga mempengaruhi.
Sejalan dengan bursa Asia yang bergerak hati-hati, pasar saham Eropa juga mengalami pelemahan meski tidak terlalu besar. MSCI indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat turun 0,2%. Adapun Indeks Jepang Nikkei N225 ditutup melemah 211,57 poin atau 1,25% ke level 16.724,81 diikuti indeks Straits Times yang juga menyusut 26,11 poin atau 0,90% ke level 2.880,69.
Sedangkan beberapa pasar saham seperti indeks Hang Seng justru menguat 12,52 poin atau 0,06% menjadi 20.684,15. Hal serupa juga terjadi pada indeks Shanghai yang melonjak 63,65 poin atau 2,15% ke level 3.018,80. Sektor saham Tanah Air pada hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam yakni industri dasar turun 0,86% dan sektor dengan penguatan tertinggi adalah Infrastruktur yang naik 0.94%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,50 triliun dengan 6,26 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp368,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,3 triliun dan aksi beli Rp3,6 triliun. Tercatat 154 saham menguat, 173 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik Rp775 menjadi Rp4.975, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menguat Rp50 menjadi Rp2.655 dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk. (AMAG) naik Rp46 menjadi Rp360.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) melemah Rp500 menjadi Rp7.500, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyusut Rp500 menjadi Rp10.500 dan PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) melemah Rp350 menjadi Rp6.350.
(akr)
Lihat Juga :