Rupiah dan IHSG Siang Ini Belum Beranjak dari Zona Merah
Selasa, 22 Maret 2016 - 12:32 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Ini Belum Beranjak dari Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I ini masih melemah seiring belum beranjaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari zona merah pada siang ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini tercatat ada pada posisi Rp13.161/USD. Posisi tersebut terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di level Rp13.151/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.160/USD, atau masih tercatat tidak berdaya dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.158/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.175/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.160/USD.
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini berada di level Rp13.150/USD dengan kisaran harian Rp13.150-Rp13.190/USD. Posisi tersebut membaik dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.155/USD.
Sementara, IHSG sesi I masih masih terdepresiasi sejak pembukaan tadi pagi. IHSG siang ini melemah 31,71 poin atau 0,65% ke level 4.853,46. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 9,98 poin atau 0,20% ke level 4.875,17. Dan pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah tipis 0,54 poin atau 0,01% ke level 4.885,16.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,53 triliun dengan 2,67 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp148,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,12 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp980,24 miliar. Tercatat 149 saham menguat, 159 melemah dan 78 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini tercatat ada pada posisi Rp13.161/USD. Posisi tersebut terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di level Rp13.151/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini pada level Rp13.160/USD, atau masih tercatat tidak berdaya dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.158/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.175/USD. Posisi ini jauh melemah dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.160/USD.
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance siang ini berada di level Rp13.150/USD dengan kisaran harian Rp13.150-Rp13.190/USD. Posisi tersebut membaik dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.155/USD.
Sementara, IHSG sesi I masih masih terdepresiasi sejak pembukaan tadi pagi. IHSG siang ini melemah 31,71 poin atau 0,65% ke level 4.853,46. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 9,98 poin atau 0,20% ke level 4.875,17. Dan pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah tipis 0,54 poin atau 0,01% ke level 4.885,16.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,53 triliun dengan 2,67 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp148,23 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,12 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp980,24 miliar. Tercatat 149 saham menguat, 159 melemah dan 78 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
(izz)
Lihat Juga :