BI Punya Peluang Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan
Rabu, 23 Maret 2016 - 00:07 WIB
BI Punya Peluang Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan
A
A
A
JAKARTA - Kepala ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) Ryan Kiryanto mengemukakan, Bank Indonesia (BI) masih mempunyai peluang kembali menurunkan suku bunga acuan (BI rate). Dia memprediksi hingga akhir tahun BI rate berada di level 6-6,5%.
"Masih ada ruang di dua pertemuan Dewan Gubernur BI untuk menuurunkan BI Rate di kisaran 6-6,5% dengan catatan inflasi stabil di kisaran 3,5-4%," ujarnya, di Jakarta, Selasa (22/3/2016).
Bila BI rate turun, lanjut dia, maka suku bunga bank buku 3 dan buku 4 juga akan mengalami penurunan meskipun bertahap. Di mana bank buku 4 penetapan suku bunga simpanannya maksimal 75 bps dari BI rate, sementara untuk buku 3 adalah maksimal suku bunga 100 bps di atas BI rate.
"Ini selaras dengan keinginan pemerintah agar suku bunga pinjaman ke arah single digit. Memang capat atau lambat akan ke sana ke single digit," imbuhnya.
Terkait keputusan BI menurunkan suku bunga acuan ke level 6,75% pada bulan ini bisa berdampak pada penurunan angka inflasi Indonesia. Diyakini, inflasi tahun ini akan jauh lebih manageable dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Ryan, hingga akhir 2016 inflasi diprediksi berada di kisaran 4%-4,5% dengan catatan pemerintah tetap menjaga pasokan pangan jelang Hari Raya Idul Fitri dan Natal.
"Jangan sampai kekurangan pasokan karena bisa berdampak ke harga. Kalau premium mau turun juga akan menurunkan inflasi," tandas Ryan
"Masih ada ruang di dua pertemuan Dewan Gubernur BI untuk menuurunkan BI Rate di kisaran 6-6,5% dengan catatan inflasi stabil di kisaran 3,5-4%," ujarnya, di Jakarta, Selasa (22/3/2016).
Bila BI rate turun, lanjut dia, maka suku bunga bank buku 3 dan buku 4 juga akan mengalami penurunan meskipun bertahap. Di mana bank buku 4 penetapan suku bunga simpanannya maksimal 75 bps dari BI rate, sementara untuk buku 3 adalah maksimal suku bunga 100 bps di atas BI rate.
"Ini selaras dengan keinginan pemerintah agar suku bunga pinjaman ke arah single digit. Memang capat atau lambat akan ke sana ke single digit," imbuhnya.
Terkait keputusan BI menurunkan suku bunga acuan ke level 6,75% pada bulan ini bisa berdampak pada penurunan angka inflasi Indonesia. Diyakini, inflasi tahun ini akan jauh lebih manageable dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Ryan, hingga akhir 2016 inflasi diprediksi berada di kisaran 4%-4,5% dengan catatan pemerintah tetap menjaga pasokan pangan jelang Hari Raya Idul Fitri dan Natal.
"Jangan sampai kekurangan pasokan karena bisa berdampak ke harga. Kalau premium mau turun juga akan menurunkan inflasi," tandas Ryan
(dmd)
Lihat Juga :