Pasokan Bertambah, Harga Minyak Dunia Jatuh
Kamis, 24 Maret 2016 - 08:07 WIB
Pasokan Bertambah, Harga Minyak Dunia Jatuh
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak dunia jatuh 4%, dengan minyak mentah di luar AS di bawah USD40 per barel setelah adanya kabar bahwa persediaan minyak mentah AS pekan lalu meningkat, memperingatkan bisa memotong reli panjang dua bulan.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/3/2016), harga minyak mentah AS turun USD1,66 atau 4% menjadi USD39,79 per barel. Ini adalah penurunan satu hari paling tajam untuk kontrak bulan depan minyak mentah AS sejak 11 Februari, ketika harga jatuh ke titik terendah dalam 12 tahun di level USD26,05.
Sementara, harga minyak mentah brent berakhir turun USD1,32 atau 3,2% menjadi USD40,47 per barel. Pasar ekuitas yang lemah juga melemahkan kekuatan minyak, sementara dolar Amerika Serikat (USD) yang kuat membebani permintaan minyak mentah dari pengguna mata uang euro dan lainnya.
Energy Information Administration (EIA) mengatakan, stok minyak mentah naik 9,4 juta barel pekan lalu atau tiga kali 3,1 juta barel diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.
Harga minyak telah naik sekitar 50% selama dua bulan terakhir. Sementara penurunan produksi minyak AS dan permintaan bensin yang kuat melaju beberapa keuntungan, sebagian besar didukung oleh OPEC dan rencana produsen besar lain untuk membekukan produksi minyak.
"Sebuah pemulihan yang dibangun di atas risk appetite berubah-ubah dan gangguan pasokan sementara," kata Mike Wittner, kepala global penelitian minyak di Societe Generale.
Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, hub pengiriman jatuh untuk pertama kalinya dalam tujuh pekan.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/3/2016), harga minyak mentah AS turun USD1,66 atau 4% menjadi USD39,79 per barel. Ini adalah penurunan satu hari paling tajam untuk kontrak bulan depan minyak mentah AS sejak 11 Februari, ketika harga jatuh ke titik terendah dalam 12 tahun di level USD26,05.
Sementara, harga minyak mentah brent berakhir turun USD1,32 atau 3,2% menjadi USD40,47 per barel. Pasar ekuitas yang lemah juga melemahkan kekuatan minyak, sementara dolar Amerika Serikat (USD) yang kuat membebani permintaan minyak mentah dari pengguna mata uang euro dan lainnya.
Energy Information Administration (EIA) mengatakan, stok minyak mentah naik 9,4 juta barel pekan lalu atau tiga kali 3,1 juta barel diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.
Harga minyak telah naik sekitar 50% selama dua bulan terakhir. Sementara penurunan produksi minyak AS dan permintaan bensin yang kuat melaju beberapa keuntungan, sebagian besar didukung oleh OPEC dan rencana produsen besar lain untuk membekukan produksi minyak.
"Sebuah pemulihan yang dibangun di atas risk appetite berubah-ubah dan gangguan pasokan sementara," kata Mike Wittner, kepala global penelitian minyak di Societe Generale.
Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, hub pengiriman jatuh untuk pertama kalinya dalam tujuh pekan.
(izz)
Lihat Juga :