BEI Ungkap Cara Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal
Senin, 28 Maret 2016 - 15:23 WIB
BEI Ungkap Cara Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sedikit bocoran terkait beberapa cara cerdas agar mendapatkan keuntungan dalam berinvestasi dalam pasar modal. Direktur Perdagangan dan Pengatran BEI Alpino Kianjaya menerangkan pihaknya mendorong slogan cerdas berinvestasi saham dengan bisa menentukan sendiri saham yang dibeli.
"Cerdas berinvestasi bukan sisihkan uang lalu selesai, tapi dia yang menentukan saham. Pilih perusahaan yang bagus, kalau sahamnya turun, dia akan recovery," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (28/3/2016).
(Baca Juga: Mengenal Saham lewat Festival Pasar Modal Syariah)
Selain itu kata dia, pilihlah saham perusahaan terbuka atau emiten yang membagikan dividennya rutin tiap tahun sehingga menguntungkan investor. "Sisihkan uang, harus pilih saham bagus. Perusahaan yang memberikan dividen tiap tahun jadi nilai bonus saham untungkan investor, cerdas dari berpengalaman lalu lihat laporan keuangan perusahaan," katanya.
Dia menambahkan, cara cerdas berinvestasi di pasar modal juga dengan memilih melakukan investasi untuk jangka waktu yang panjang. "Risk investment juga bisa dikelola dengan long term. Secara jangka panjang trennya naik meski jangka pendek kadang turun," pungkasnya.
"Cerdas berinvestasi bukan sisihkan uang lalu selesai, tapi dia yang menentukan saham. Pilih perusahaan yang bagus, kalau sahamnya turun, dia akan recovery," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (28/3/2016).
(Baca Juga: Mengenal Saham lewat Festival Pasar Modal Syariah)
Selain itu kata dia, pilihlah saham perusahaan terbuka atau emiten yang membagikan dividennya rutin tiap tahun sehingga menguntungkan investor. "Sisihkan uang, harus pilih saham bagus. Perusahaan yang memberikan dividen tiap tahun jadi nilai bonus saham untungkan investor, cerdas dari berpengalaman lalu lihat laporan keuangan perusahaan," katanya.
Dia menambahkan, cara cerdas berinvestasi di pasar modal juga dengan memilih melakukan investasi untuk jangka waktu yang panjang. "Risk investment juga bisa dikelola dengan long term. Secara jangka panjang trennya naik meski jangka pendek kadang turun," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :