Harga Minyak Mentah Dunia Balik Menyusut ke Level USD39,39/Barel
Selasa, 29 Maret 2016 - 08:47 WIB
Harga Minyak Mentah Dunia Balik Menyusut ke Level USD39,39/Barel
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah berjangka pada sesi perdagangan hari ini tercatat balik menyusut di tengah keraguan atas pasokan minyak Internasional yang diyakini bakal kembali melonjak. Pergerakan minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) dipengaruhi dasar pasar yang tidak kuat dan diperingatkan bakal kembali tertekan hingga kisaran level USD30 per barel.
Dilansir Reuters, Selasa (29/3/2016) harga minyak Brent turun 17 sen menjadi USD40,27 per barel. Sementara WTI tercatat juga melemah sebesar 7 sen ke posisi USD39,39 per barel. Meskipun sebelumnya harga minyak mentah global sempat membaik terdorong kemajuan data ekonomi AS, namun meningkatnya pasokan membuat harga kembali runtuh.
Persediaanminyak mentah AS tercatat naik 9,4 juta barel pekan ini per 18 Maret lalu, yang berarti tiga kali lebih besar dari prediksi Analyst dan menjadi keenam kali beruntun mengalami kenaikan. Sementara itu beberapa bank mengharapkan harga minyak kembali stabil kedepannya.
"Pasar mungkin masih oversupplied oleh sekitar 0,6 juta bpd (barel per hari) melalui 1H 16 dan persediaan akan terus membangun dari tingkat yang sudah tinggi," jelas analis di Jefferies International forecast untuk paruh pertama tahun ini.
Barclays mengatakan aliran untuk komoditas tercatat mencapai lebih dari USD20 miliar pada perioden Januari-Februari, dan menjadi awal terkuat sejak 2011. Diprediksi harga minyak bisa turun sampai 20% hingga 25%. "Jika skenario ini terjadi, harga minyak bisa jatuh kembali ke posisi terendah USD30-an," katanya.
Dilansir Reuters, Selasa (29/3/2016) harga minyak Brent turun 17 sen menjadi USD40,27 per barel. Sementara WTI tercatat juga melemah sebesar 7 sen ke posisi USD39,39 per barel. Meskipun sebelumnya harga minyak mentah global sempat membaik terdorong kemajuan data ekonomi AS, namun meningkatnya pasokan membuat harga kembali runtuh.
Persediaanminyak mentah AS tercatat naik 9,4 juta barel pekan ini per 18 Maret lalu, yang berarti tiga kali lebih besar dari prediksi Analyst dan menjadi keenam kali beruntun mengalami kenaikan. Sementara itu beberapa bank mengharapkan harga minyak kembali stabil kedepannya.
"Pasar mungkin masih oversupplied oleh sekitar 0,6 juta bpd (barel per hari) melalui 1H 16 dan persediaan akan terus membangun dari tingkat yang sudah tinggi," jelas analis di Jefferies International forecast untuk paruh pertama tahun ini.
Barclays mengatakan aliran untuk komoditas tercatat mencapai lebih dari USD20 miliar pada perioden Januari-Februari, dan menjadi awal terkuat sejak 2011. Diprediksi harga minyak bisa turun sampai 20% hingga 25%. "Jika skenario ini terjadi, harga minyak bisa jatuh kembali ke posisi terendah USD30-an," katanya.
(akr)
Lihat Juga :