Jokowi Ungkap Alasan Hobi Ngecek Proyek Infrastruktur

Rabu, 30 Maret 2016 - 14:41 WIB
Jokowi Ungkap Alasan...
Jokowi Ungkap Alasan Hobi Ngecek Proyek Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku memiliki kegemaran mengecek pekerjaan proyek, khususnya proyek infrastruktur yang tengah berlangsung. Bahkan, dirinya pernah sampai enam kali mengecek pekerjaan proyek jalan tol dengan alasan agar mereka tahu bahwa pekerjaan tersebut terus diawasi olehnya.

Dia juga meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kerap menggarap proyek infrastruktur untuk menambah jam kerja proyek, jika sebelumnya hanya dua‎ shift maka harus ditambah menjadi tiga shift.

"Saya cek tol Trans Sumatera, saya sudah ngecek kesini enam kali. Kadang mungkin ada yang mbatin saya, ini Presiden kurang urusan, ngecek tol enam kali. Saya ingin beri semangat, kontrol, apa yang sudah ditargetkan berjalan," katanya dalam acara Dialog Publik Bersama Presiden Jokowi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Menurutnya, dengan mengecek langsung ke lapangan maka akan mengetahui langsung permasalahan yang terjadi. Berdasarkan pengalamannya mengecek langsung ke lapangan, juga pernah mendapati bahwa uang pembebasan lahan untuk proyek tersebut masih kurang.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga pernah diinformasikan oleh orang di lapangan bahwa proyek tol Trans Sumatera pernah dilakukan groundbreaking pada 35 tahun lalu. "Waktu groundbreaking tol Trans Sumatera sama, saya dibilangin, Pak jangan hanya groundbreaking saja, itu dulu pernah di groundbreaking 35 tahun lalu. Sudah pernah, tapi enggak pernah dibangun," ungkap dia.

Jokowi menuturkan, dengan mengecek langsung ke lapangan mereka juga akan paham bahwa pekerjaannya diawasi, dikontrol, dan dicek langsung. Jokowi pun menegaskan, jika mengontrol proyek hingga enam kali, maka para menterinya harus mengecek minimal sepuluh kali.

"Kalau menterinya 10 kali, dirjennya pasti 15 kali. Itu dipastikan.‎ Ya memang harus seperti itu kerja. Problem masalah itu ada di lapangan. Dan harus diberi target," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Puluhan Tahun Impor...
Puluhan Tahun Impor Mesin, Jokowi: Jangan Cuma Beli Jadi, Akuisisi Teknologinya!
Berita Terkini
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
15 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved