Rupiah Dibuka Lesu Saat USD Masih Tertekan
Kamis, 31 Maret 2016 - 10:40 WIB
Rupiah Dibuka Lesu Saat USD Masih Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini dibuka lesu, meski tercatat masih membaik dibandingkan awal pekan kemarin dan berada pada kisaran level Rp13.270/USD. Penurunan rupiah hari ini terjadi saat USD tergelincir akibat dovish komentar dari Gubernur The Fed, Janet Yellen sehingga meredam permintaan terhadap mata uang.
Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka melemah di level Rp13.290/USD dengan kisaran harian Rp13.240-Rp13.290/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dibandikang penutupan kemarin di level Rp13.260/USD atau menyusut sebesar 30 poin.
Sementara menurut data Bloomberg menunjukkan rupiah pada sesi awal perdagangan hari ini ada di level Rp13.291/USD dengan kisaran Rp13.248-Rp13.297/USD atau terpuruk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.256/USD.
Pelemahan rupiah juga tercatat menurut data Sindonews bersumber dari Limas, dimana pagi ini dibuka pada level Rp13.275/USD. Posisi ini terlihat melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.265/USD.
Di sisi lain berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini justru menguat ada pada level Rp13.276/USD. Posisi ini membaik atau naik sebesar 83 poin dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.359/USD.
Dilansir dari Reuters, Kamis (31/3/2016) indeks USD terlihat mendatar pada posisi 94.931. Menurut analis Citi pesan dovish dalam pidato Yellen membuat USD ringan terus terjual. Sementara euro terhadap USD tercatat sedikit berubah pada posisi 1.1377 setelah pada sesi terakhir sempat menyentuh level 1.1321.
Euro sendiri terhadap beberapa mata uang lain cenderung stabil pada level 1.1335 tidak jauh berbeda dari posisi kemarin 1.1365. Sedangkan USD tergelincir melawan Yen sebesar 0,1% menjadi 112.36.
Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka melemah di level Rp13.290/USD dengan kisaran harian Rp13.240-Rp13.290/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dibandikang penutupan kemarin di level Rp13.260/USD atau menyusut sebesar 30 poin.
Sementara menurut data Bloomberg menunjukkan rupiah pada sesi awal perdagangan hari ini ada di level Rp13.291/USD dengan kisaran Rp13.248-Rp13.297/USD atau terpuruk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.256/USD.
Pelemahan rupiah juga tercatat menurut data Sindonews bersumber dari Limas, dimana pagi ini dibuka pada level Rp13.275/USD. Posisi ini terlihat melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.265/USD.
Di sisi lain berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini justru menguat ada pada level Rp13.276/USD. Posisi ini membaik atau naik sebesar 83 poin dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.359/USD.
Dilansir dari Reuters, Kamis (31/3/2016) indeks USD terlihat mendatar pada posisi 94.931. Menurut analis Citi pesan dovish dalam pidato Yellen membuat USD ringan terus terjual. Sementara euro terhadap USD tercatat sedikit berubah pada posisi 1.1377 setelah pada sesi terakhir sempat menyentuh level 1.1321.
Euro sendiri terhadap beberapa mata uang lain cenderung stabil pada level 1.1335 tidak jauh berbeda dari posisi kemarin 1.1365. Sedangkan USD tergelincir melawan Yen sebesar 0,1% menjadi 112.36.
(akr)