Harga Minyak Dunia Menyusut Ditekan Penguatan USD
Jum'at, 01 April 2016 - 08:47 WIB
Harga Minyak Dunia Menyusut Ditekan Penguatan USD
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah berjangka dalam perdagangan awal Asia hari ini, Jumat (1/4/2016) tercatat masih merosot terimbas ketakutan akan kelebihan pasokan global dan memperkuatnya dolar Amerika Serikat (USD). Meski begitu data menunjukkan menurunnya produksi minyak AS sejak Januari menawarkan dukungan untuk penguatan harga minyak dunia.
Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka di awal bulan ini tercatat menyusut 18 sen menjadi USD38,16 per barel pada pukul 00.01 GMT setelah sempat bertahan menguat hampir 2 sen pada sesi sebelumnya. Sementara harga patokan naik 4% pada periode Januari sampai Maret dan menjadi yang terbesar secara triwulan sejak Juni 2015 lalu.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni juga melemah 19 sen menjadi USD40,14 per barel. Kontrak minyak untuk Mei yang berakhir pada Kamis (31/3) kemarin tercatat meningkat 34 sen menjadi USD39,60 per barel. Penurunan minyak global ini diyakini terimbas aksi rebound indeks USD pada awal perdagangan hari ini ketika sempat ke posisi terendah pada sesi sebelumnya.
Greenback kuat membuat USD mendominasi komoditas termasuk harga minyak. Produksi minyak mentah AS tercatat menurun 56.000 barel per hari untuk 9.179 juta bpd pada Januari menurut data administrasi informasi energi AS yang dirilis kemarin. Ini menjadi bulan keempat produksi minyak domestik AS memperlihatkan tren penurunan dan level terendah sejak Oktober 2014, menurut data EIA.
Para ekonom dan analis minyak yang disurvei oleh Reuters memperingatkan investor bahwa kekhawatiran atas pasokan global, melemahnya permintaan dan memburuknya outlook ekonomi dapat menekan harga minyak dunia. Analis mengatakan harga minyak mentah berjangka AS akan berada pada rata-rata USD39,70 per barel pada tahun 2016 dibandingkan kisaran level USD33,50 sepanjang tahun ini.
Sementara Brent berjangka diprediksi bakal berada pada rata-rata USD40,90 barel. Impor minyak mentah Iran ketika Asia menjadi pembeli terbesar melonjak 24,6% menjadi 1,27 juta barel per hari (bpd) dibandingkan tahun sebelumnya. Investor mengamati data ekonomi termasuk manufaktur PMI data dari China dan Eropa serta AS untuk memberikan arah kepada harga minyak.
Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka di awal bulan ini tercatat menyusut 18 sen menjadi USD38,16 per barel pada pukul 00.01 GMT setelah sempat bertahan menguat hampir 2 sen pada sesi sebelumnya. Sementara harga patokan naik 4% pada periode Januari sampai Maret dan menjadi yang terbesar secara triwulan sejak Juni 2015 lalu.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni juga melemah 19 sen menjadi USD40,14 per barel. Kontrak minyak untuk Mei yang berakhir pada Kamis (31/3) kemarin tercatat meningkat 34 sen menjadi USD39,60 per barel. Penurunan minyak global ini diyakini terimbas aksi rebound indeks USD pada awal perdagangan hari ini ketika sempat ke posisi terendah pada sesi sebelumnya.
Greenback kuat membuat USD mendominasi komoditas termasuk harga minyak. Produksi minyak mentah AS tercatat menurun 56.000 barel per hari untuk 9.179 juta bpd pada Januari menurut data administrasi informasi energi AS yang dirilis kemarin. Ini menjadi bulan keempat produksi minyak domestik AS memperlihatkan tren penurunan dan level terendah sejak Oktober 2014, menurut data EIA.
Para ekonom dan analis minyak yang disurvei oleh Reuters memperingatkan investor bahwa kekhawatiran atas pasokan global, melemahnya permintaan dan memburuknya outlook ekonomi dapat menekan harga minyak dunia. Analis mengatakan harga minyak mentah berjangka AS akan berada pada rata-rata USD39,70 per barel pada tahun 2016 dibandingkan kisaran level USD33,50 sepanjang tahun ini.
Sementara Brent berjangka diprediksi bakal berada pada rata-rata USD40,90 barel. Impor minyak mentah Iran ketika Asia menjadi pembeli terbesar melonjak 24,6% menjadi 1,27 juta barel per hari (bpd) dibandingkan tahun sebelumnya. Investor mengamati data ekonomi termasuk manufaktur PMI data dari China dan Eropa serta AS untuk memberikan arah kepada harga minyak.
(akr)
Lihat Juga :