Penyebab Harga Pangan Tak Ikuti Penurunan Harga BBM

Jum'at, 01 April 2016 - 14:29 WIB
Penyebab Harga Pangan...
Penyebab Harga Pangan Tak Ikuti Penurunan Harga BBM
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menuturkan ada beberapa hal yang menyebabkan harga pangan tidak turun pada saat pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya karena masyarakat membutuhkan pangan dalam kondisi segar.

"Di sentra-sentra produksi, mereka enggak mampu memenuhi semua wilayah dalam waktu cepat, jadi kesegarannya berkurang. Misalnya cabai, orang-orang senangnya segar, kebutuhannya sangat tinggi. Beda cerita kalau dialihkan ke botol, akan lebih gampang mengatur harganya," jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Selain itu, kondisi sektor pangan di Indonesia sifatnya musiman, baik beras, cabai, bawang, dan lainnya. Bahkan sampai sekarang belum ada solusi produksi pangan dengan jumlah besar dan ditahan sampai musim panen berakhir.

"Nah, itu yang harus bisa mencari solusi. Bagaimana pun caranya lewat teknologi atau sebagainya," ujar dia. (Baca: Harga BBM Premium Turun Jadi Rp6.450/Liter, Solar Rp5.150/Liter)

Selain itu, masalah rantai distribusi, misalnya cabai harus melewati 8 titik. Yaitu dari petani di bawa ke pedagang pengepul lalu disalurkan ke distributor dan berlanjut ke sub distributor. Titik seterusnya adalah agen yang bisa diteruskan ke sub agen dan pedagang grosir.

Sampai ke pedagang grosir diteruskan ke pengecer, baru disebar ke rumah tangga dan kegiatan usaha lainnya. Bahkan, dari pedagang grosir juga bisa ke supermarket untuk dijual ke rumah tangga.

"Distribusi ini terlalu panjang, kalau distribusi lancar akan mendorong harga lebih rendah dan mengurangi pengendalian harga pada titik-titik tertentu," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
54 menit yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
1 jam yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved